Misbach, Santri PP Amanatul Ummah Juara 6 Bidang Mapel, Sabet 5 Medali Emas dan 1 Medali Perak

oleh

SURABAYA| DutaIndonesia.com – Ada yang istimewa pada Achmad Misbachul Munir, santri PP Amanatul Ummah. Putra dari pasangan H Mohammad Supriadi SH MKn dan Hj Tutik Handayani, warga Trosobo RT 05 RW 02, Kecamatan Taman, Sidoarjo, ini sekarang duduk di kelas 10 SMA Unggulan PP Amanatul Ummah, Siwalan Kerto, Wonocolo Surabaya.

Misbach (panggilan akrabnya), pada Olimpiade Sains jenjang SMA /SMK / MA Sederajat Tingkat Nasional, yang diselenggarakan pada 28 – 30 September 2025 kemarin, berhasil menjuarai 5 mata pelajaran sekaligus.

Kelima mata pelajaran tersebut adalah:

1. PKN meraih medali emas dan piagam
2. Sejarah meraih medali emas dan piagam
3. Geografi meraih medali emas dan piagam
4. Ekonomi dan meraih medali emas dan piagam
5. Bahas Inggris meraih medali perak dan piagam

Selain itu, sebelumnya Misbach juga sudah berhasil menyabet Medali Emas pada Olimpiade Pelajar Nasional bidang studi Bahas Indonesia. Untuk yang satu ini, olimpiade diselenggarakan pada 24 September 2025.

Prof DR KH Asep Syaifuddin Chalim MA, Pengasuh PP Amanatul Ummah, mengatakan merasa bangga terhadap Misbach. “Selain Misbach, ada beberapa lagi juara. Cuma raihan juara yang paling banyak memang Misbach,” kata Kiai Asep.

Di depan ayahnya, Supriadi, Misbach menjawab pertanyaan DutaIndonesia.com dengan lugu. Ia katakan bahwa ia sepulang sekolah, isoma (istirahat, sholat makan) dulu. Setelah itu, selepas Maghrib, langsung belajar, utamanya memahami ulang pelajaran yang diajarkan para ustad siang harinya.

Setelah itu belajar dan mempersiapkan untuk pelajaran esok pagi. Sekitar pukul 20.00 atau 21.00, Misbach baru rampung belajar.

Apa rahasia kepandaian Misbach?

“Alhamdulillah sholat malamnya juga istiqomah. Dilanjut sholat qobliyah Subuh dan sholat Subuh. Setelah mandi dan sarapan, baru saya antar ke sekolah,” kata Supriadi ayahnya.

Misbach diantar, karena rumahnya di daerah Trosobo, sekitar 15 km dari sekolahan Amanatul Ummah.
Selain itu, yang juga dilakukan Misbach adalah, puasa Senin – Kamis. “Puasa sholat malam, itu sesuai anjuran Kiai Asep,” kata Misbach mengakhiri wawancara.(Moch. Nuruddin)

No More Posts Available.

No more pages to load.