NEW YORK|DutaIndonesia.com – Desainer asal Tidore, Maluku Utara, Indonesia, Anita Gathmir, membuat kejutan saat tampil di International Fashion & Arts Week yang digelar New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) beberapa waktu lalu. Pasalnya, Anita menampilkan desain yang menceritakan sejarah hubungan khusus antara Amerika dan Maluku Utara.
“Saya membawa sejarah kain kami yang sudah hilang 100 tahun lalu. Saya mencari kembali dan bersama anak-anak muda membuat lagi dari nol agar kain terus ada di Maluku Utara, Indonesia, bahkan bisa mendunia. Saya memulai tahun 2017 sampai sekarang,” kata Anita Gathmir.
Anita membenarkan desain yang dibuatnya untuk ditampilkan di IFA-Week yang diadakan oleh NYIFW bercerita tentang sejarah bagaimana dia mencari kain Tidore, Maluku Utara, menemukannya, lalu membuatnya, dan terus mempelajari detailnya. “Kami ingin mengenalkan satu desain khusus, yang menceritakan sejarah keterkaitan antara Maluku dan Amerika,” kata Anita kepada tim NYIFW.
Anita mengatakan, saat Perang Dunia II, Amerika membuat pangkalan militernya di Morotai, Maluku Utara. Kalau dulu orang Amerika datang ke Maluku Utara, sekarang pihaknya yang giliran datang ke Amerika untuk membawa kenangan tersebut melalui desainer kain Tidore. “Untuk kembali menyatukan ikatan yang dulu pernah terjalin di Maluku Utara,” katanya.
Upaya ini dilakukan untuk melestarikan budaya dari Maluku Utara. Dia mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan tradisi, seni, dan budaya yang melimpah dari Sabang sampai Merauke. Semua seni-budaya itu harus dilestarikan.
“Melestarikan budaya itu tanggung jawab kita bersama, sebab akan dikenang oleh anak cucu kita kelak. Kalau tidak kita sendiri, lalu siapa lagi,” katanya. (gas)










