Kiprah Muslimat NU Arab Saudi Saat Haji di Tengah Pandemi: Daftar VIP Tahun 1442 H Sulit, Kenang Saat Berhaji Backpacker

oleh
Ibu-ibu Muslimat bersama Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, saat pertemuan NU se-dunia di Makkah yang juga di musim haji 2017.

Haji Backpacker

Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang ditunggu-tunggu umat Muslim seluruh dunia karena hanya di bulan ini kita dapat melaksanakan Rukun Islam yang ke-5 yaitu ibadah Haji. Berjuta-juta umat muslim dari seluruh penjuru dunia biasanya datang memenuhi panggilan Allah sebagai Dhuyuufur Rahman. Termasuk Ibu-ibu Muslimat NU Arab Saudi memiliki pengalaman berhaji yang, masyaa Allah, sangat beragam dan meninggalkan kesan yang mendalam.

Faridah misalnya. Dia memang sudah tinggal di Jeddah sejak lahir, sehingga hampir setiap tahun dapat ikut melaksanakan ibadah haji. “Masih teringat ketika dulu kami bersama orang tua berhaji, kami naik mobil sendiri, membawa tenda-tenda, dan perbekalan dari rumah. Alhamdulillah kami bisa merasakan haji yang disebut banyak orang sebagai haji Koboi atau backpacker. Terakhir kami berhaji tahun 2017 saat itu bersama bapak, suami, anak, dan juga saudara sepupu. Kala itu kami ikut dengan rombongan bus para mukimin di Makkah, tapi hanya saat wukuf di Arafah, ke Muzdalifah, dan Thawaf Ifadhah di Haramain. Setelah itu kami pulang ke rumah saudara kami di Makkah, dan untuk ritual haji selanjutnya seperti mabit di Mina dan melontar Jumrah kami pergi sendiri dengan menggunakan taksi,” katanya.

Salah satu keinginan WNI di Arab Saudi memang agar bisa berhaji setiap musim haji. Namun untuk musim haji tahun lalu dan tahun ini banyak yang tidak mendaftar sebab aturannya sangat ketat dan harus membayar lebih mahal. Padahal, tahun-tahun sebelum pandemi, mereka bisa leluasa berhaji. Kalau pun mendaftar, mereka merasa kesulitan, sehingga memilih untuk menunda haji tahun depan saat pandemic sudah hilang.

Hal itu juga dialami Ibu Rufinah Suryadi. Wakil Ketua PCI MNU Arab Saudi ini dulu pun hampir setiap tahun berhaji. Namun dua tahun ini tidak berhaji.

“Alhamdulillah, setiap tahun kami berhaji. Sewaktu pertama haji di sini saya hamil tujuh bulan. Lalu baby lahir dan berikutnya selalu berhaji membawa anak-anak. Itulah keuntungan di Arab Saudi, kita bisa berhaji hampir setiap tahun. Sementara bila di tanah air harus menunggu sangat lama. Antrean atau waiting listnya bisa bertahun-tahun. Alhamdulillah melaksanakan hajinya di sini mudah, tapi tahun kemarin dan tahun ini tidak pergi sebab pandemi. Tahun ini ada yang daftar juga, tapi karena mahal itu menunda berhaji. Semoga tahun depan pandemi sudah selesai sehingga kami bila badan sehat dan ada umur kita bisa berhaji lagi. Ya harus selalu berhaji sebab mumpung di sini, lebih mudah, sehingga sesibuk apa pun kita melaksanakan ibadah haji,” ujarnya kepada DutaIndonesia.com dan Hajimakbul.com.

Namun, karena situasi luar biasa yang melanda seluruh negara, pemerintah Arab Saudi memberlakukan kebijakan baru terhadap pelaksanaan haji tahun ini. Hanya ada kuota sebesar 60.000 jamaah haji dan hanya diperuntukkan bagi jamaah domestik (warga Saudi dan Ekspatriat yang berada di Saudi) dan memiliki izin haji atau tasreh.
Dimulai pukul 01.00 siang pada tanggal 13 Juni- 23 Juni 2021 pukul 10.00 malam, melalui portal Localhaj.haj.gov.sa, para calon jamaah haji bisa mendaftar dengan ketentuan berumur 18-65 tahun dan sudah mendapat vaksin dosis lengkap yang diakui oleh pemerintah Arab Saudi.