
Sulit Daftar VIP
Ada beberapa ibu-ibu Muslimat NU Arab Saudi yang turut mendaftar haji tahun ini. Seperti Ibu Merti Arini, Koordinator bidang Ekonomi yang mencoba mendaftar bersama suami dan anak-anaknya.
“Qadarullah kami tidak masuk kuota nih untuk hajian tahun ini. Kita daftar bertiga sama suami dan si bungsu. Yang masuk kuota hanya si bungsu saja yang memang belum pernah hajian. Tapi karena dari awal ingin haji sekeluarga, akhirnya di-cancel saja. Insyaa Allah tahun-tahun berikutnya bisa hajian.” cerita Bu Merti kepada DutaIndonesia.com dan Hajimakbul.com.
Begitu pula Ibu Rosidah Nasroh (Koordinator bidang Hubungan Luar Negeri dan Pengembangan Jaringan) yang juga turut mencoba mendaftar haji melalui portal online Kementerian Haji Arab Saudi. Menurut Bu Yossy, sapaan akrabnya, dirinya tidak mendaftar karena sudah mendapat informasi banyak yang ditolak.
”Saya tidak ikut hajian teh Faridah. Kami sekeluarga baru 4 tahun lalu hajian. Sudah dicoba-coba tapi masih belum bisa di-accept. Tahun ini pemerintah Arab Saudi memberikan kuota 60.000 orang, tetapi yang daftar mencapai 500.000 orang. Jadi memang sangat sulit untuk bisa lolos. Karena kebanyakan yang saya kenal ditolak,“ katanya kepada Faridah sang ketua PCI MNU Arab Saudi.
Selanjutnya Ibu Neneng Romlah, sekretaris 1, yang juga ikut mendaftar bersama suaminya. “Awalnya mau coba-coba daftar saja isi dulu data-data kita, Alhamdulillah pas daftar bisa masuk. Yang lain pada susah masuknya mungkin karena banyak yang daftar. Kayaknya untung-untungan juga. Setelah bisa masuk dan daftar, ternyata ada daftar ulang yang ditentuin pilihan bayarnya ada 3 golongan. Rata-rata di atas 10 ribuan, yang VIP 16 ribuan. Kalau mau lanjut kita harus milih yang VIP seperti yang muncul di layar. Yaah.. jadi mundur teratur deh sambil angkat tangan heee..“ katanya.
Haji tahun ini memang betul-betul berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada tiga pilihan paket yang disediakan Kementerian Haji Arab Saudi. Dari info yang diterima Muslimat NU di instagram jeddahyuk yang dikelola oleh sejumlah WNI di Jeddah, berikut adalah daftar paket haji tahun 1442 H.
-Paket 1 Program VIP (Menara/towers)
SR 16, 560.50, setelah dikenakan pajak (VAT) SR 19, 044.57
-Paket 2 Program Berkemah VIP
SR 14, 381.95, setelah dikenakan pajak (VAT) SR 16, 539.24
-Paket 3 Program Berkemah
SR 12, 113.95, setelah dikenakan pajak (VAT) SR 13, 931.04
Selain itu ada pula cerita yang juga sangat menarik di balik ibadah haji tahun 1442 H ini. Ada pengurus Muslimat NU Arab Saudi, Ibu Hartatik (anggota bidang Hubungan Luar negeri dan pengembangan jaringan) yang mendapatkan tawaran untuk menjadi pekerja pengawas catering haji. Tawaran ini kembali dia terima setelah tugas-tugas sebelumnya dia laksanakan dengan baik. Tapi karena alasan pandemic covid-19, dengan berat hati dia menolak tawaran tersebut.
“ Saya juga mendapat tawaran untuk jadi pengawas catering Armina tahun ini selama 8 hari. Tapi tidak saya ambil karena situasi saat ini. Kalau dari pengalaman sebelumnya, kita ditraining selama 3 hari untuk mendapat pengarahan tugas waktu di Armina. Kemudian di Arafah kita tugasnya mengecek tenda sebelum jamaah haji datang, apakah semua tenda siap pakai apa belum? Selanjutnya kita mengecek dapur apa sudah dalam keadaan bersih apa belum? Mengecek stok makanan benar-benar bagus atau layak konsumsi atau tidak? Selain itu, tugas kami memberi sarapan, makan siang, makan malam tepat waktu. Di Mina begitu juga, kita datang duluan untuk ngecek tenda jamaah & seperti tugas di Arafah. Kami merasa sangat bahagia jika dapat membantu jamaah haji selama berada di Arafah dan Mina sampai jamaah pulang ke hotel masing-masing,“ katanya.
Melihat kondisi itu Faridah selaku ketua PCI Muslimat NU Arab Saudi juga menyampaikan harapannya agar bisa berhaji lagi. “Kami ibu-ibu PCI Muslimat NU Arab Saudi juga merindukan suasana haji di Arafah, di Mina, di mana seluruh jamaah haji bersimpuh kepada Allah SWT, memanjatkan doa-doa bersama, mengharapkan maghfirah dan ridho-Nya. Semoga pandemic ini segera berakhir dan kita semua bisa menjadi Dhuyufur Rahman di Baitullah. Makkah Al-Mukarromah,“ kata Faridah. (*)










