Kisah Edy Purwoko, Petani Milenial Nyalakan Listrik Masuk Sawah: Bikin Sang Naga Melimpah, Petani Pun Sejahtera (2)

oleh

Sepanjang Tahun

Edy membenarkan Program Electrifying Agriculture PLN terbukti memberi lompatan besar bagi petani buah naga sebab musim panen buah merah kaya gizi ini akhirnya tidak terbatas pada musim buah naga saja, melainkan bisa hampir sepanjang tahun. Karena itu, buah naga produksi petani Banyuwangi pun melimpah.

“Dan, berkualitas. Sekarang kami tinggal menjaga kualitas saja. Ini harus, sebab yang lain sudah selesai. Ini enaknya menjadi petani naga sekarang. Produksi sudah melimpah, sehingga wajib berkualitas,” katanya.

Hal itu pula yang membuat Kementerian Pertanian (Kementan) sampai menggandeng tiga investor untuk menyerap buah naga petani di Banyuwangi sebanyak 150 ton. Hal ini merupakan langkah nyata Pemerintah agar petani semakin untung karena Banyuwangi merupakan sentra produksi buah naga. Buah naga grade A dan B sudah jelas pasarnya. Petani dan pengusaha telah menyepakati kontrak pembelian 150 ton dan pengiriman mulai tanggal 21 Januari 2019 lalu.

Berdasarkan data di Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Banyuwangi, produktivitas buah naga di Kabupaten Banyuwangi, mencapai 82.544 ton per tahun. Jumlah tersebut sekaligus mengukuhkan Bumi Blambangan sebagai penghasil buah naga terbesar di Indonesia.

Lahan pertanian buah naga di Banyuwangi juga semakin luas. Data hingga Agustus 2021 luas lahan mencapai 3.786 hektare, dengan produktivitas mencapai 82.544 ton per tahun.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan, melalui Kepala Bidang Hortikultura, Ilham Juanda, SP, membenarkan meningkatnya produksi buah naga hingga menjadi terbesar se-Indonesia tak lepas dari inovasi yang dilakukan oleh para petani buah naga dan pendampingan dari Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan setempat. Kuncinya memang inovasi dan kolaborasi. Petani tidak bisa sendiri, sehingga harus menggandeng sejumlah pihak, baik pemda, maupun BUMN, dan swasta.

Inovasi tersebut diberi nama Puting Si Naga atau Penggunaan Lampu Tingkatkan Produktivitas Buah Naga yang menggandeng PT PLN (Persero). Inovasi ini bukan hanya mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani tapi juga berhasil mengharumkan nama Banyuwangi di kancah nasional.

“Alhamdulillah, inovasi Puting Si Naga berhasil menjadi Top 45 Inovasi Terpuji Nasional dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021,” katanya.

Dari data PLN, jumlah pelanggan yang termasuk dalam Electrifying Agriculture sampai dengan Oktober 2021 mencapai 152.895 pelanggan. Di mana mayoritas bergerak dalam bidang pertanian 60 persen, 21 persen peternakan, kemudian 17 persen bergerak dalam bidang perikanan, dan perkebunan sebanyak 2 persen. Inilah yang membuktikan listrik PLN menjadi masa depan masyarakat Indonesia.

“Yang lebih penting, PLN adalah masa depan, power beyond generation,” kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril pada acara malam Penghargaan Wirausaha Tangguh 2021 di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Lalu bagaimana dengan video viral yang menunjukkan petani membuang buah naga ke sungai karena tidak terserap pasar? Menurut Edy, itu dilakukan oleh seseorang saja. Bukan mewakili semua petani buah naga. Lebih dari itu, peristiwa itu hanya aksi-aksian saja yang dilakukan seseorang agar viral. “Ya, untuk konten video. Agar viral,” kata Edy Purwoko. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.