Nomor Satu Kerjasama
Saat melakukan proses kreatif menuju pertunjukan kolosal, Ama kerap berpesan kepada anak-anak didiknya bahwa kolaborasi dan kerjasama adalah nomor satu. Kesenian tidak akan pernah mati sehingga Ama mengharapkan para siswa MAN 4 Jakarta, sebagai generasi muda bangsa, dapat terus memperjuangkan dan mempertahankan kesenian yang ada di Indonesia.
Namun selama pandemi Covid-19 ini, Ama tentu saja menemui berbagai kesulitan saat mengajar kesenian di MAN 4 Jakarta. Mengajar dengan metode PJJ, sangat sulit karena terdapat rincian-rincian dari proses kreatif yang harus disampaikan.
“Misalnya kita sebagai guru harus memberikan guide (panduan) ke anak-anak melalui video-video, lalu memastikan mereka harus bisa dalam pembelajaran jarak jauh, dan banyak sekali masalah seperti editing-editing video yang memang itu sangat sulit sekali untuk kita akses,” katanya.
Sementara pembelajaran offline, sebelum pandemi Covid-19, Ama juga mendapati kesulitan karena sangat menguras energi, tenaga, dan pikiran. Sebab dalam pembelajaran offline, Ama harus secara langsung mengajar sekitar 300 siswa untuk menciptakan kolosal yang sangat baik.
“Kalau dikatakan sulit, pasti online itu lebih sulit. Karena ketika para peserta didik sudah melalui proses latihan maka ada tahap shooting dan ada proses editing video, audio mixing dan mastering yang membutuhkan waktu cukup lama. Jadi online itu saya rasa cukup sulit untuk saat ini,” ujar Ama.
Proses kreatif menuju pertunjukan, baik offline maupun online, membutuhkan waktu minimal tiga bulan. Waktu itu dimanfaatkan untuk proses latihan, shooting, dan tahap editing. Namun tetap saja ada aktivitas-aktivitas yang berbeda meskipun memiliki jangka waktu proses yang kurang lebih sama.
Ama sebagai guru sekaligus produser, tentu tak bisa bekerja sendirian dalam mempersiapkan pertunjukan kolosal secara virtual yang akan dipersembahkan untuk memperingati Hari Guru Nasional 2021. Ia harus melakukan kerjasama dengan para pelatih ekstrakurikuler kesenian di MAN 4 Jakarta.
Menurutnya, kendala terbesar dalam mempersiapkan pertunjukan kolosal secara virtual ini, ia harus benar-benar bisa memastikan tim produksi sangat mumpuni. Sebab mempersiapkan pertunjukan secara virtual ini membutuhkan berbagai hal, terutama dalam mengatur skenario pertunjukan, sajian karya musik, pembuatan video, hingga di tahap terakhir yakni mempertontonkan sebuah karya kolosal kepada para penonton.










