Kuasai Afghanistan, Taliban Janji Lebih Moderat

oleh
Petinggi Taliban janji memerintah Afghanistan dengan moderat. (AP Photo)

Terkesan Kejam

Gambaran itu berbeda dengan wajah Taliban lama. Saat berkuasa di Afghanistan pada 1996 hingga 2001 silam, Taliban menerapkan aturan Islam ultrakonservatif. Para perempuan pun hidup dalam kekangan sebab mereka seakan tidak memiliki hak apa pun khususnya di ruang publik. Karena itu sekarang para perempuan mengkhawatirkan masa depan di bawah pemerintahan Taliban, sebab sebelumnya telah melucuti hampir semua hak mereka ketika memerintah negara itu. Wajah Taliban pun terkesan kejam.

Karena itu pula Taliban sendiri terus menggaungkan kampanye bahwa pemerintahannya akan berbeda. Kali ini lebih moderat. Namun demikian, kebanyakan warga Afghanistan masih skeptis. Ragu-ragu dengan semua janji Taliban itu.
Dalam pertempuran perebutan kekuasaan pada beberapa bulan belakangan ini, memang sangat minim laporan mengenai kekerasan terhadap warga sipil. Namun, banyak penduduk mengurung diri di rumah karena takut melihat Taliban.

Generasi yang sempat hidup di masa pemerintahan Taliban masih ingat betul betapa keras kelompok itu menerapkan hukum Islam. Pelanggar aturan dapat dirajam, diamputasi, hingga dieksekusi di depan umum.

Maka ribuan warga Afghanistan pun bergegas ke bandara utama Kabul untuk kabur ketika Taliban kembali menguasai istana kepresidenan pada Minggu lalu. Kini, dunia pun masih menanti dinamika di Afghanistan ketika Taliban berkuasa.

“Dunia mengikuti peristiwa di Afghanistan dengan hati yang berat dan kegelisahan yang mendalam tentang apa yang ada di depan,” kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Namun, banyak pula yang berharap agar masa depan Afghanistan bisa cerah di bawah Taliban. (wis)

No More Posts Available.

No more pages to load.