Memerangi Covid-19
Sebagai bagian dari promosi ASEAN di Uruguay, Catholic University of Uruguay (UCU), menyelenggarakan seminar “ASEAN in the Post Pandemic, Opportunities for Uruguay”, dengan moderator Prof. Ignacio Bartesaghi, Direktur Institute of International Business UCU. Dalam seminar tersebut Duta Besar RI menyampaikan, bahwa Indonesia sebagai salah satu founding father ASEAN, menempatkan ASEAN sebagai cornerstone kebijakan luar negerinya. Indonesia terus mendukung regionalisme dan multilateralisme.
Dalam menghadapi pandemi COVID-19, Indonesia menjalankan diplomasi vaksin dan menjadi Wakil Ketua COVAX yang berupaya untuk menjamin akses vaksin bagi negara-negara berkembang.
Mengatasi krisis dan mengantisipasi paska krisis ekonomi akibat pandemi, Indonesia mengeluarkan Omnibus Law on Job Creation yang memudahkan prosedur untuk berinvestasi.
Menegaskan kesiapan Indonesia melakukan negosiasi CEPA dengan Mercosur dan mengundang Uruguay memanfaatkan perjanjian ini kelak untuk masuk pasar besar RCEP yang akan berlaku tahun depan.
Pada seminar itu pula para Duta Besar ASEAN menyampaikan, dalam menghadapi pandemi COVID-19, para anggota ASEAN memiliki kesadaran akan pentingnya solidaritas dan berupaya untuk menghadapi hal tersebut dengan membentuk ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF) yang meliputi peningkatan sistem kesehatan, memperkuat human security, memaksimalkan potensi pasar intra-ASEAN, melakukan transformasi digital, serta mengupayakan masa depan yang sustainable dan resilient.
ASEAN memiliki keunggulan di mana negara-negaranya memiliki political will untuk bekerja sama namun tetap menerapkan prinsip non-interference. ASEAN merupakan pasar yang besar untuk barang dan jasa, terlebih lagi ketika di tahun depan RCEP diberlakukan, pasar tersebut akan semakin luas lagi – dengan total 2 miliar populasi dan perdagangan bebas di antara 15 negara. Dalam menghadapi isu regional, ASEAN berada in the driver’s seat dan berupaya untuk mencari solusi bersama.
Engagement antara ASEAN dengan Uruguay maupun negara-negara Mercosur lainnya diakui masih belum erat sehingga perlu untuk ditingkatkan. Terdapat masukan untuk menginstitusionalkan engagement ini di mana Perwakilan Mercosur dapat berkomunikasi dengan Sekretariat ASEAN untuk memulai dialog dan menyusun plan of action. (gas)














