Laporan dari India: Omicron Bikin Bioskop hingga Sekolah Ditutup, Kuliah pun Daring Lagi

oleh

Beda dengan Delta

Namun yang sedikit melegakan, dalam kasus Omicron, hanya 5-10% saja kasus yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Hal ini berbeda dengan saat varian Delta berkecamuk di gelombang kedua di mana 20-23 persen penderita harus dilakukan perawatan di rumah sakit.

“Tapi tetap saja pemerintah memberi warning agar masyarakat berhati-hati sebab situasinya bisa saja menjadi lebih buruk. India saat ini sudah melakukan vaksin bagi warganya sekitar 1,5 miliar dosis, 64% dosis pertama dan 45% dosis kedua. Lalu, tenaga kesehatan dapat booster dan lansia komorbid juga diberikan vaksin booster,” katanya.

Meski demikian Pemerintah tidak memberlakukan lockdown seperti  pada saat gelombang 1 dan 2. Khususnya di ibukota, New Delhi. Pemerintah New Delhi terus mendorong masyarakat untuk taat protokol kesehatan (prokes), khususnya dalam memakai masker.

 “Tapi ada jam malam mulai pukul 22.00 atau jam 11 malam sampai jam 5 pagi. Dan untuk akhir pekan mulai jam 10 malam sampai jam 5 pagi,” ujarnya.Sementara gedung bioskop, gym, atau bar ditutup. Restoran tidak dibolehkan pelanggannya makan di tempat. Hanya boleh memesan antar secara online. Selain itu, sekolah juga ditutup. Kampus, seperti Jawaharlal Nehru University tempat Agoes Aufyia kuliah, juga sama melakukan pengetatan.

“Para pekerja di kampus kami hanya 50%. Aktivitas belajar juga masih dilakukan secara online,” ujarnya.

Namun beberapa negara bagian, seperti Tamil Nadu, sudah menerapkan kebijakan semi lockdown. Bahkan, berencana memperpanjang lokdown hingga 31 Januari. Kebijakan ini diterapkan dengan menutup kegiatan rumah ibadah mulai 14-18 Januari 2022 besok.

“Ada juga rencana lokdown penuh pada 16 Januari. Saat ini, alat transportasi, seperti bus, hanya boleh diisi 75 persen dari kapasitas kursi yang tersedia. Negara bagian Kerala, misalnya, membuat kebijakan masyarakat yang akan mengadakan pernikahan dan pemakaman hanya 50 orang. Acara reuni, sosial, politik, tidak diperkenankan kecuali hanya online dan situasinya urgent,” katanya.

Agoes Aufiya mengatakan, mal juga ditutup lebih cepat, khususnya bagian non-makanan seperti gerai pakaian yang tutup pukul 20.00 selain juga diberlakukan sistem tutup ganjil genap pada toko di mall.

 “Tapi warung-warung sekitar rumah masih buka. Alhamdulillah, aktivitas warga berjalan seperti biasa, meski ada yang WFH (work from home). Kita masih bisa keluar rumah tapi tidak bisa sampai malam sebab ada jam malam tadi,” katanya.   

Tunda ke Luar Negeri

Kasus di India bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia yang sekarang sama-sama menghadapi ancaman gelombang ketiga yang dipicu Omicron. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mewanti-wanti kasus Covid-19 varian omicron di Indonesia bisa melonjak seperti India yang tembus 90 ribu kasus per hari.

No More Posts Available.

No more pages to load.