LP Ma’arif dan Pergunu Jatim Tanggapi Permintaan Gubernur Khofifah:  Bukan Kritik, Kami Sudah Saling ‘Nyekrup’ tapi Perlu Ditingkatkan

oleh
YouTube player
Pidato Gubernur Khofifah di Rekernas LP Ma’arif di Resto Ken Dedes Kota Batu.

SURABAYA|DutaIndonesia.com- Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) dan Persatuan Guru NU (Pergunu) sudah lama saling “nyekrup”.  Khusus Jawa Timur (Jatim) sudah lama antara LP Ma’arif dan Pergunu menjalin kerjasama untuk meningkatkan kualitas para guru dan pendidikan di lingkungan NU. 

Karena itu, pernyataan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa agar LP Ma’arif dan Pergunu bersatu saling nyekrup bukan merupakan kritik, tapi imbauan agar semakin ditingkatkan.

Ketua PW Pergunu Jatim, H Sururi, kepada DutaIndonesia.com, Rabu (31/8/2022), mengatakan, Pergunu sebagai banom PBNU selalu berkoordinasi dengan LP Ma’arif NU dalam melakukan kegiatan untuk meningkatkan kualitas guru NU. Pergunu memberikan pembekalan dan pencerahan untuk guru di daerah-daerah. 

“Insya Allah, kami dan Kiai (Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, Ketua Umum Pergunu, Red.), dan LP Ma’arif  memberikan pembekalan dan pencerahan untuk para guru NU. Kami sudah tahu tugas dan fungsinya masing-masing. Bila LP Ma’arif soal bagaimana meningkatkan kualitas kelembagaan pendidikan NU, agar bisa bersaing dengan lembaga pendidikan lain,” katanya.

“Sedangkan Pergunu, kami menyiapkan guru-guru yang betul-betul profesional dan berkarakter, bukan hanya sesuai UU Guru dan Dosen, tapi juga meneladani para muassis (pendiri NU), ulama dan pondok-pondok pesantren di lingkungan NU,” katanya lagi.

Selain itu, kata dia, Perguru juga sering menggelar halaqah.  Misalnya halaqah seni mendidik ala NU yang digelar di Kediri beberapa waktu lalu. Lalu halaqah di Tuban membahas  Kitab Talim al-Mutaallim, Panduan Etika Mencari Ilmu, yang menjadi pegangan para guru NU.

“Untuk memberi bekal kepada para guru agar benar-benar profesional, kita menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak, mulai LP Ma’arif, dinas-dinas terkait di pemerintahan, hingga perguruan tinggi,” katanya.  

Sementara itu Ketua PW LP Ma’arif NU Jatim, Dr. H. Noor Shodiq Askandar, SE, MM, saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, sebenarnya permintaan Gubernur Jatim itu bukan kritik. Tapi harapan agar kedua lembaga di bawah naungan NU itu  meningkatkan sinergi.

“Untuk Jatim tidak ada masalah, konteks yang disampaikan oleh Gubernur itu bukan kritik tapi agar kolaborasinya semakin ditingkatkan untuk menghadapi tantangan dalam dunia pendidikan yang semakin pesat. Kami sudah sering melakukan kegiatan bersama, antara LP Ma’arif Jatim dan Pergunu. 

Misalnya diklat peningkatan kapasitas kewirausahaan guru. Selain itu masih banyak kegiatan hasil kolaborasi antara Pergunu dan LP Maarif Jatim. Jadi apa yang disampaikan Gubernur itu bukan kritik, tapi agar ditingkatkan,” katanya kepada DutaIndonesia.com.

Seperti diberitakan sebelumnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) menyambung dengan Persatuan Guru NU (Pergunu). Hal itu disampaikan Khofifah yang juga Ketua PBNU ini saat Malam Inagurasi Rapat Kerja Nasional LP Ma’arif NU di Pusat Oleh-oleh dan Resto Ken Dedes, Kota Batu, Minggu (28/8/2022). 

Khofifah lalu memberi ulasan soal pendidikan madrasah pesantren yang menjadi pembahasaan dalam pertemuan di Tokyo yang terjadi 12 tahun silam. Kesimpulannya bahwa pendidikan pesantren yang dulu ndeso bisa berkembang luar biasa, modern dan berkualitas. 

“Sehingga peran LP Ma’arif juga luar biasa dalam meningkatkan pendidikan. Bahkan Unisma (Universitas Islam Malang–kampus di bawah naungan NU, Red.) menjadi perguruan tinggi berskala global,” katanya.

Dalam sambutannya berjudul Peran LP Ma’arif dalam Pembangunan Pendidikan Unggul Berkelanjutan di Era Society 5.0, Khofifah mengatakan, bahwa LP Ma’arif dan Pergunu harus menyatu. Harus “nyekrup”, harus menyambung, karena sekarang sangat banyak perubahan di dunia pendidikan. Inovasi-inovasi pembelajaran, kata dia, semua berangkat dari inovasi dari para guru. 

“Karena itu suatu saat perlu ada pertemuan bersama khusus antara LP Ma’arif dengan Pergunu,” katanya.

Gubernur Khofifah dalam paparannya lalu memberi contoh ketika Hiroshima dan Nagasaki di Jepang hancur oleh serangan bom atom Amerika Serikat. Saat itu Kaisar Hirohito mengumpulkan semua jenderalnya. Lalu Sang Kaisar menanyakan kepada mereka,” Berapa jumlah guru yang masih tersisa.  Kumpulkanlah sejumlah guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini karena sekarang kepada mereka kita akan bertumpu, bukan pada kekuatan pasukan.”  

Gubernur memberi gambaran betapa pentingnya peran guru dalam membangun kemajuan bangsa dan negara. Dia pun kembali memberi contoh Unisma yang menjadi jujukan masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi dengan tenaga pendidikan yang berkualitas.

 “Mahasiswanya banyak, harus ada kader-kader dari daerah lain,” katanya.

Pengurus Wilayah Pergunu Jatim maupun PW LP Ma’arif NU Jatim menyambut positif permintaan Gubernur tersebut.  (gas)

TONTON JUGA PIDATO GUBERNU INI:

YouTube player

No More Posts Available.

No more pages to load.