Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri

oleh
Ulul Albab
Ulul Albab

Oleh: Ulul Albab
-Akademisi Universitas Dr. Soetomo
-Penulis Buku “Pendidikan 2045”

SEKOLAH dasar (SD) negeri sesungguhnya bukan sekadar tempat anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung. Ia adalah wajah negara yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Di sanalah negara pertama kali hadir dalam kehidupan seorang anak dan keluarganya. Karena itu, ketika di berbagai daerah SD negeri mulai mengalami krisis murid, fenomena ini seharusnya tidak hanya dibaca sebagai persoalan pendidikan, tetapi juga sebagai cermin kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Dalam administrasi publik, kepercayaan merupakan fondasi utama keberhasilan layanan negara. Masyarakat tidak memilih sebuah layanan semata karena murah atau tersedia, melainkan karena percaya bahwa layanan tersebut mampu memberikan masa depan yang lebih baik. Ketika sebagian orang tua mulai beralih ke sekolah swasta, pertanyaan yang penting bukanlah mengapa sekolah swasta semakin diminati, melainkan apakah sekolah negeri masih dipersepsikan mampu menjawab harapan masyarakat yang terus berubah.

Fenomena ini tentu tidak dapat digeneralisasi. Banyak SD negeri tetap menjadi pilihan utama karena kualitas guru, kepemimpinan kepala sekolah, dan budaya belajar yang kuat. Namun, perubahan preferensi masyarakat harus menjadi bahan evaluasi bersama. Negara tidak cukup membangun gedung sekolah dan menyediakan guru. Negara juga harus membangun kepercayaan melalui layanan yang berkualitas, lingkungan belajar yang aman, pendidikan karakter yang kuat, serta kemitraan yang erat dengan orang tua.

Mengakhiri tulisan pendek ini saya ingin menyampaikan, bahwa jumlah murid bukan sekedar angka statistik pendidikan. Ia juga merupakan indikator kepercayaan publik. Sebab di balik setiap keputusan orang tua memilih sekolah, tersimpan penilaian mereka terhadap kualitas layanan negara. Menjaga SD negeri tetap dipercaya masyarakat berarti menjaga salah satu fondasi terpenting bagi masa depan pendidikan dan kehadiran negara di tengah warganya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.