Menlu Retno Lobi Arab Saudi di New York, Biro Umrah Masih Pesimistis

oleh

Vaksin Booster

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abful Kadir mengatakan, aplikasi PeduliLindungi hanya digunakan dalam proses keberangkatan umrah dari Indonesia. Ia mencontohkan ketika masuk Asrama Haji, aplikasi tersebut baru digunakan sebagai screening awal. Adapun sertifikat vaksin Covid-19 juga bisa diakses melalui aplikasi PeduliLindungi. 

“Bilamana terdeteksi PCR-nya positif itu akan keluar informasinya berwarna hitam dan mereka pasti tentunya langsung dilakukan karantina,” kata Kadir. 

Abdul Kadir juga memastikan jamaah umrah akan mendapatkan dosis ketiga vaksin Covid-19 atau booster.

“Jadi tentunya mereka dapat program khusus karena persyaratan yang disyaratkan oleh Saudi Arabia bahwa harus tiga kali suntikan dengan satu kali booster. Maka itu tentunya akan kita penuhi sebelum pemberangkatan,” kata Kadir, dalam diskusi daring itu. 

Kadir mengatakan, pihaknya akan menyiapkan program untuk para jamaah umrah dalam mendapatkan booster vaksin Covid-19. Ia menuturkan, jamaah yang tidak memiliki sertifikat vaksin tidak boleh berangkat umrah.

 “Tentunya ini kita tidak akan mengizinkan mereka untuk bisa melakukan ibadah umrah bila tidak mempunyai sertifikat vaksinasi dan tentunya vaksin yang akan digunakan vaksin yang direkomendasi oleh Saudi Arabia,” ujarnya. 

Maria mengatakan, vaksin booster belum diberikan kepada calon jamaah umrah. Sebab sampai saat ini vaksin itu masih diperuntukkan bagi tenaga kesehatan atau nakes. “Mungkin setelah nakes,” katanya. (gas/kcm)

No More Posts Available.

No more pages to load.