Monumen Lubang Buaya Cemetuk, Saksi Ganasnya PKI di Banyuwangi

oleh

Pertempuran Cemetuk

Mengutip merdeka.com, tragedi Banyuwangi ini terjadi sebagai rentetan  peristiwa G30 S  tentang pembunuhan para jenderal di Jakarta yang jejaknya juga ditandai dengan Monumen Lubang Buaya.

Peristiwa di Jakarta tersebut telah memantik pembantaian massal di daerah. Salah satunya terjadi di Cemetuk, Cluring pada 18 Oktober 1965.

Menurut warga di sekitar monumen tersebut, Supingi, monumen Lubang Buaya Cemetuk dibangun pada tahun 1994. Saat peristiwa G30 S Supingi masih berusia 7 tahun. Meski begitu, dia masih ingat bagaimana suasa tegang situasi politik saat itu.

Mulanya Sipingi tinggal di Desa Sumberwaru, Desa Tamanagung, baru pada tahun 1990 dia pindah ke di Desa Cemetuk. Lokasi rumahnya tepat di samping bangunan monumen Lubang Buaya Cemetuk. 

Hingga saat ini cerita turun-temurun tentang peristiwa Lubang Buaya Cemetuk masih satu versi: Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) berafiliasi dengan PKI telah membantai para pemuda Ansor yang datang dari Muncar.

“Saya enggak menyaksikan, cuma sedikit tahu ceritanya. Itu kan pemuda Ansor dari Muncar mau nyerbu (PKI) ke Yosomulyo daerah Gambiran situ, tapi gak mampu akhirnya pulang. Kebetulan satu mobil ada yang lewat Jeding sini (jalan menuju Cemetuk) dari muka jalan dihalangi kayu-kayu yang dipotong. Mobil gak bisa jalan. Akhirnya turun semua mobil dibakar sama tokoh-tokoh PKI. Dari sana ada pertempuran,” katanya.

Bila diamati peristiwa pasca G30 S di Banyuwangi, khususnya di Cemetuk masih ada perlawanan dari PKI. Supingi melanjutkan saat peristiwa pembakaran mobil, pemuda Ansor berlarian hingga nyasar di Cemetuk. 

“Karena pemuda Ansor mau membakar daerah Yosomulyo daerah Gambiran sana akhirnya dibantai pemuda Ansornya,” imbuhnya.

Selama tiga hari, jenazah para korban baru diambil oleh aparat militer. Hingga saat ini, kata Supingi, tidak ada orang yang tahu daftar nama-nama para korban. (ndc/ozi) 

YouTube player
Video ziarah ke Cemetuk.

No More Posts Available.

No more pages to load.