HONGKONG|DutaIndonesia.com – Situasi Hongkong yang, alhamdulillah, semakin membaik membuat ibu-ibu Pengurus Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama (PCI MNU) Hongkong-Macau mulai melakukan aktivitas keagamaan dan sosial. Minggu (8/5/2022), mereka berkumpul di markas Muslimat untuk mulai kegiatan, antara lain memperingati Hari Ibu.
Selanjutnya hari Senin (9/5/2022), Ketua PCI Muslimat NU Hongkong – Macau Hj Fatimah Angelia bersama ibu-ibu anggota Muslimat lain sowan silaturahmi ke kantor Dompet Dhuafa dan tokoh yang juga guru para WNI di Hongkong, KH Muhaemin Karim. Kiai Muhaemin Karim ini bekerja di Islamic Union Hongkong.
Selain itu juga melakukan kunjungan ke sahabat ibu-ibu paperan (istilah untuk orang Indonesia yang tidak lagi berstatus WNI tapi juga bukan warga Hongkong) . Tapi saya nggak Ikut. Saya jaga markas karena ada tamu. Ibu-ibu juga silaturahmi ke jamaah RJ Tuen Wan. Lalu juga ke Kang Mahmudi, beliau ini ketua Posmih, gabungan dari majlis-majlis migrant yang total ada 60 organisasi. Kang Mahmudi ini mantan TKI Taiwan, istrinya juga di sini, jadi suami istri ini PMI,” kata Hj Fatimah kepada DutaIndonesia.com, Kamis (12/5/2022).

Para ibu-ibu juga mengadakan perayaan Lebaran Ketupat. Untuk membuat ketupat mereka membeli janur yang dikirim langsung dari Indonesia. Harganya 1 lembar $2 atau jatuhnya sekitar Rp4.000.
“Kami bikin 60 biji. Mbak-mbak juga bikinnya berdasarkan pesanan, beli beberapa saja. Nggak banyak, ntar nggak ada yang beli kalau bikin banyak, rugi deh. Di Hongkong banyak PMI asal Jawa, termasuk Jawa Timur. Kami kupatan biar merasa di kampung sendiri. Ya makan ketupat, suami juga biasa buat ketupat,” katanya.
Saat sowan ke KH Muhaemin Karim, para ibu-ibu Muslimat mendapat taushiyah dari Beliau. Kiai Muhaemin adalah orang Indonesia yang bekerja di Islamic Union Hongkong dan mengajari para PMI mengaji Al Quran.
“Beliau satu-satunya guru kita semua orang Indonesia yang ada di Hongkong. Beliau yang ngajari saya iqro dll. Beliau dari Cirebon, istrinya orang Malaysia. Sejak tahun 2002 keluarganya semua di KL. Anaknya 5, yang ke 5 laki, 4 orang lainnya perempuan,” katanya.
Dalam taushiyahnya, Kiai Muhaemin menekankan pentingnya silaturahmi. Sebab dengan silaturahmi bisa menambah usia, sehat, dan rezeki ditambah pula oleh Allah SWT. “”Sekallian kami mengucapkan milad kepada bapak ustad,” katanya. (gas)














