KUALALUMPUR|DutaIndonesia.com – Dalam rangka menambah pengalaman dan pengetahuan tentang seluk beluk pengelolaan lembaga pendidikan, PCI Muslimat NU Malaysia melakukan kunjungan kerja ke CLC (Community Learning Centre). CLC sendiri adalah sebuah organisasi di bawah KJRI Kucing yang bergerak dalam bidang pendidikan.
Kunjungan yang dilakukan selama 3 hari (18-20 Juni 2022) tersebut diikuti oleh 11 orang dari Muslimat dan 2 lainnya dari staf pengajar Sanggar Belajar Sungai Mulia (SBSM) yang dikelola oleh PCI Muslimat NU Malaysia.
“Kita melakukan (kunjungan kerja) ini dalam rangka menjalin silaturrahim dengan KJRI Kucing dan terutama juga dengan CLC Kucing untuk saling bertukar pengalaman dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan,” tandas Dra Mimin Mintarsih, Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Selasa (21/6/2022).

CLC sendiri bertempat di Ladong, Kucing, yang masih merupakan bagian dari Negara Bagian Serawak, Malaysia. Lembaga ini didirikan pada 2016 atas inisiatif dari Bu Rosdiana.
Pada mulanya, ia adalah seorang TKW yang bekerja di sebuah perkebunan sawit. Melihat banyak anak-anak para pekerja yang telantar, ia kemudian memberanikan diri menghadap manager perkebunan untuk mendirikan sebuah sekolah.
Ide tersebut akhirnya disetujui dan CLC kemudian berkembang hingga mendapatkan bantuan langsung dari Kemendikbud Pusat berupa guru bina.
“Intinya, semuanya berangkat dari keprihatian kami karena tidak semua anak-anak Indonesia yang ada di Sabah dan Serawak itu bisa sekolah di SIKK (Sekolah Indonesia Kota Kinabalu), ” terang Alfaeni, guru bina yang berasal dari Cirebon.
“Karena itu,” lanjut Alfaeni, “pendirian CLC di Ladang Ladong ini bertujuan agar bisa menampung anak-anak TKI yang rumahnya memang terletak jauh dari SIKK agar mereka bisa belajar sebagaimana halnya anak-anak lainnya.”
Hingga saat ini, CLC mempunyai siswa sebanyak 52 orang, yang duduk dalam berbagai tingkatan yaitu TK (11 orang), SD (39 orang), dan SMP (2 orang). Menariknya, CLC juga mempunyai sekolah mitra yang dapat dijadikan alternatif bagi siswa CLC yang telah menyelesaikan pendidikannya.
Kurikulum yang diajarkan sepenuhnya mengikuti apa yang diterapkan di SIKK yang memang sudah sesuai dengan yang berlaku di Indonesia. CLC juga menyediakan beasiswa bagi siswa yang berprestasi.
CLC juga secara resmi diakui Pemerintah Malaysia. Hal ini dibuktikan dengan adanya Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yang terdaftar di JPN (Jabatan Pendaftaran Negara) Malaysia. Bahkan setiap siswa CLC juga mempunyai Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
Untuk mendaftar sebagai siswa CLS, persyaratannya relatif mudah. Di antara yang terpenting adalah akta lahir, KK (Kartu Keluarga), dan dokumen orang tua.
“Kita sangat berterima kasih dengan pihak CLC Kucing yang telah menginformasikan banyak hal seputar CLC ini,” tandas Mimin yang mengaku berniat mendirikan Ranting Muslimat NU di Serawak. (Aziz/Mimin)














