PMI Senang Hukum Cambuk Dihapus, GARDA BMI Apresiasi Langkah Wapres dan Berterima Kasih ke PM Anwar Ibrahim

oleh
Wapres PM Anwar ibrahim

 

KUALA LUMPUR| DutaIndonesia.com –  Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia menyambut gembira rencana Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, yang bakal menghapus hukum cambuk bagi PMI di negeri jiran tersebut. Ketua Pengurus Cabang Internasional Muslimat Nahdlatul Ulama (PCI MNU) Malaysia, Drs Mimin Mintarsih, yang selama ini juga ikut terlibat membantu PMI, mengatakan, bahwa para PMI pasti senang bila hukum cambuk benar-benar dihapus. “Kalau benar-benar dihapuskan para PMI pasti senang,” katanya kepada DutaIndonesia.com, Rabu (29/11/2023).

Ketua Umum DPP Garda BMI Imam Subali menyebut senada. Politisi PKB ini berterima kasih kepada Wapres KH Ma’ruf Amin yang sangat memperhatikan nasib PMI. Dia juga berterima kasih kepada Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim atas kebijakan menghapus hukum cambuk tersebut.

“Patut kita apresiasi perhatian Pak Wapres kita terhadap PMI , sekaligus terimakasih kepada PM Malaysia untuk menghapus hukuman cambuk. Harapan besar kami dari GARDA BMI sebagai pegiat perlindungan PMI, janji PM Malaysia ini bisa segera terealisasi demi perlindungan PMI kita di sana,” kata Imam Subali kepada DutaIndonesia.com, Rabu (29/11/2023).

PM Anwar Ibrahim berjanji akan menghapus hukum cambuk bagi PMI saat melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin di Kuching, Malaysia, Selasa (28/11/2023). Isu perlindungan PMI menjadi prioritas utama Anwar untuk diselesaikan di masa pemerintahannya.

Kiai Ma’ruf dalam kesempatan itu mengatakan bahwa hukuman cambuk hanya untuk kriminal. “Tidak ada cambuk lagi. Cambuk itu hanya untuk kriminal,” kata Kiai Ma’ruf usai pertemuan dengan Anwar.

Kiai Ma’ruf mendapatkan laporan dari Dubes Indonesia di Malaysia, Hermono, bahwa masih ada WNI yang bekerja di sektor rumah tangga. Menurut Wapres, isu PMI ini mendapatkan perhatian serius dari Anwar Ibrahim.

“Selain itu juga menyangkut soal PMI pekerja migran Indonesia. Saya dapat laporan dari Pak Dubes, yang bekerja di sawit, baik-baik saja. Dan masih ada itu yang kerja di rumah tangga. Kita harapkan juga ada perlindungan perbaikan dan itu juga mendapatkan respons baik,” katanya.

Penjelasan mengenai perlindungan PMI juga disampaikan oleh Dubes Hermono. Dia mengatakan isu perlindungan PMI menjadi prioritas utama Anwar Ibrahim.

“Tadi diangkat oleh Pak Wapres mengenai perlindungan sektor rumah tangga. Pak PM berjanji akan menyelesaikan masalah ini. Tadi disinggung mengenai juga percepatan penyelesaian masalah perbatasan. Jadi dua hal Ini menjadi prioritas PM soal pekerja migran dan tapal batas kedua negara,” tutur dia.

Hermono juga menyebut hukuman cambuk untuk PMI bakal dihapuskan Anwar Ibrahim. “Sedang ada proses pemutihan. Dan tidak boleh dicambuk. Dihapuskan,” ujar Hermono.

Perihal janji penghapusan hukum cambuk juga disampaikan sebelumnya oleh Anwar Ibrahim saat bertemu Presiden Jokowi di Bogor pada Januari 2023 lalu. Anwar berupaya agar tak ada kebijakan yang berpotensi merenggangkan hubungan Indonesia dan Malaysia.

“Jadi kita insya Allah akan menghindari isu-isu yang boleh merenggangkan dan meretakkan hubungan karena saya mau hubungan Malaysia-Indonesia itu agak kategorinya spesial. Dan saya harap kedua menteri luar paham bahwa komitmen kita begitu rupa,” kata Anwar.

Anwar mengatakan urusan TKI ini telah menggores hati masyarakat Indonesia. Dia mengetahui betul mengenai kondisi tersebut karena dia pernah dipenjara.

“Saya tahu benar karena saya berpengalaman di penjara yang sama, mendengar soal cambokan ke mereka dan saya tidak pikir ini satu yang manusiawi. Dan alhamdulillah untuk tahun ini dan tahun lalu 2022 soal cambok itu sudah dihentikan,” ujar Anwar.

Dia menjelaskan penyelesaian mengenai urusan TKI ini harus menyeluruh. Dia ingin nasib pekerja ini dapat dibela. (gas/det)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.