Nahdliyin Milenial Peringati 1 Abad NU: Jangan Hanya Terobsesi Dunia Politik

oleh
Ainun Najib, Dr Miftakhul Huda, dan Prof Azis.

SURABAYA|DutaIndonesia.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperingati Satu Abad NU yang resepsi puncaknya digelar di GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023) pekan depan. Harapan sangat besar diarahkan kepada generasi muda NU agar bisa semakin menggerakkan ormas Islam terbesar di Indonesia ini untuk lebih berperan dalam pembangunan bangsa dan negara serta dunia global.

Harapan itu pernah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo yang menginginkan pemerintah maupun PBNU memberikan ruang lebih besar kepada warga NU dari generasi milenial dan gen-Z (Generasi Z) untuk tampil dan mengambil peran sentral dalam perkembangan Indonesia baru.

Harapan Jokowi itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan PBNU masa khidmat 2022-2027 dan Hari Lahir (Harlah) ke-96 NU di Balikpapan Sport and Convention Center, Senin (31/1/2022) silam. Saat ini, sudah banyak generasi muda NU memasuki dunia profesional, menjadi ilmuwan, industriwan, bahkan menempati posisi strategis di perusahaan atau kampus global.

Presiden Jokowi juga pernah secara terang-terangan meminta Ainun Najib, santri asal Gresik, yang menjabat Head of Analytics, Platform and Regional Bussiness Grab Singapura, agar pulang dan berkarya di Tanah Air. Kader NU muda juga banyak menempati posisi strategis di kampus-kampus bergengsi di luar negeri. Mereka juga kuliah di universitas favorit di negara-negara maju tersebut

Namun demikian, masih banyak pula milenial NU lebih terobsesi masuk dunia politik. Terobsesi menjadi politisi atau pejabat pemerintah. Tentu tidak salah. Tapi jangan semua kader muda NU fokus di kegiatan politik saja mengingat masih sangat banyak tantangan di dalam negeri maupun luar negeri yang membutuhkan peran serta NU.

Untuk itu, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jepang, Dr H Miftakhul Huda M.Sc, mengatakan, salah satu “PR” NU adalah memberi pemahaman kepada generasi muda NU, bahwa di era baru ini generasi NU harus berperan di segala bidang kalau mau Indonesia sukses menjadi negara maju. Bukan hanya menjadi politisi atau pejabat saja.

“Jadi politisi atau pejabat hanya sesaat saja. Tapi kalau jadi profesional atau ahli di bidang tertentu maka akan sampai mati bermanfaat, dihormati, dan dicari-cari orang. Bukan seperti politisi, pejabat, yang kerjaannya nyari orang. Profesional atau expert akan dicari-cari orang karena keahlian atau kemanfaatannya. Jadi politisi cukup sebagian kecil saja. Yang lain harus berkontribusi di berbagai bidang untuk menguatkan akar rumput,” kata Miftakhul Huda kepada DutaIndonesia.com, Rabu (1/2/2023).

Miftakhul Huda sendiri merupakan doktor ahli di bidang nano teknologi, semi konduktor, dan sel matahari lulusan tahun 2014 di Universitas Gunma, Jepang. Saat ini mantan Ketua PCI NU Jepang itu menjadi Asistant Professor di Nagoya University.

Kaum milenial NU sekarang, kata dia, dihadapkan pada beberapa tantangan yang sifatnya lokal maupun global. Tantangan tersebut di antaranya:

1) berkaitan dengan ancaman politik dan keamanan nasional dan dunia yang tidak menentu terutama penggunaan isu-isu agama dan ras.

2) Perubahan sosial budaya ekonomi yang sangat pesat sebagai dampak perkembangan teknologi yang juga sangat cepat.

3) Ancaman perubahan iklim, penyakit menular, dan bencana alam yang semakin meningkat.

“Ancaman ini sangat kompleks dan global. Berbeda dengan ancaman pada zaman dahulu. Oleh karena itu, perlu persiapan yang mendasar dengan meningkatkan kuantitas generasi muda NU yang berkualitas di segala bidang. Saat ini permasalahan tersebut tidak bisa diselesaikan, misalnya hanya dengan berkontribusi di bidang politik, agama, maupun ekonomi saja, seperti zaman abad 20 saat awal-awal pendirian dan berjalannya NU,” katanya.

Dikatakan, generasi NU maupun akar rumput NU secara kuantitas sangat besar karena sebagian besar di lapisan menengah ke bawah. Walaupun jumlahnya sangat besar tapi secara kualitas masih sangat minim.

“Oleh karena itu, perlu meningkatkan kualitas generasi muda di lapisan menengah ke bawah. Ini kalau khususnya generasi muda NU bisa menjadi contoh maupun katalisator untuk perubahan kualitas generasi muda seluruhnya akan mendukung kemajuaan bangsa Indonesia dalam usaha menjadi negara maju. Karena untuk menjadi generasi maju perlu mengangkat lapisan masyarakat menengah ke bawah menjadi lapisan masyarakat menengah ke atas. Usaha ini hanya bisa dilakukan kalau bisa meningkatkan kualitas generasi mudanya,” kata dia.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan generasi muda NU adalah:

  1. Generasi muda NU diarahkan menjadi profesional atau ahli di dalam berbagai bidang tidak hanya sosial keagamaan.
  2. Meningkatkan jumlah generasi NU yang lulusan S2 dan S3 di berbagai bidang.
  3. Menjalin kerja sama universitas NU yang ada dengan jaringan industri. Kerja sama triangle antara UNU, industri, dan pemerintah akan memajukan masyarakat bangsa dan negara.
  4. Meningkatkan kualitas mulai TK, Mts, MI, dan MA NU di berbagai daerah bisa dimulai dengan proyek percontohan.

“Meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari TK, Mts hingga perguruan tinggi NU lewat keterlibatan generasi muda NU sangat penting untuk mengatasi tantangan masa depan yang tidak menentu (uncertainty),” katanya.

Selain Miftakhul Huda dan Ainun Najib, masih banyak kader NU sudah berperan di dunia global. Sebut misal Prof Aziz Muhammad dan Prof Dahlan Nariman. Kedua ilmuwan ini dikenal sebagai tokoh senior NU yang menjabat Mustasyar di PCI NU Jepang.

Prof Aziz Muhammad merupakan profesor dari Tokyo Institute of Technology, Jepang. Profesor Azis menjabat asistant professor di usia 35 tahun. Fokusnya sekarang pengembangan energi bersih. Dulu dia sempat mengambil studi tentang mesin, tapi sekarang karena eranya energi listrik, dia pun ikut terlibat dalam program tersebut. Selain mengajar di kampus di negeri Sakura, dia juga menjadi tim peneliti.

Saat berkunjung di Universitas Negeri Malang (UM) beberapa tahun lalu, Profesor Azis mengatakan, bahwa dia menjadi pengajar dan peneliti di Tokyo Institute of Technology. Aziz diberi kesempatan mengembangkan pemanfaatan teknologi masa depan yakni mobil listrik.

“Kami mengembangkan pemanfaatan mobil listrik masa depan bekerja sama dengan Mitsubishi Corporation di beberapa negara Eropa dan di Jepang sendiri,” jelas Aziz saat itu.

Pemanfaatan mobil listrik itu, kata Aziz, ialah V2G atau vehicle to grade. Pemanfaatan mobil jenis ini nantinya di masa depan akan dapat digunakan untuk menyerap energi listrik. “Itu nanti menjadi pilot project di tahun 2025-2030. Negara yang sudah mulai kembangkan pemanfaatan mobil listrik adalah Denmark dan Belanda,” katanya.

Puncak Resepsi 1 Abad NU

Momen Satu Abad NU menjadi titik tolak Nahdliyin di seluruh Indonesia dan dunia untuk membawa NU pada abad kedua dengan semangat dan gagasan baru. Pada puncak resepsi 1 Abad NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur mendatang, KH Yahya Cholil Staquf Ketua Umum PBNU, menggandeng para seniman dan musisi beken.

Para musisi tersebut ialah Slank, Rhoma Irama, Maher Zain, Woro Widowati, Addie MS, Denny Malik, Tohpati, Dewa Budjana, Kikan Namara, Annisa Rahman, dan juga Cak Lontong serta Akbar.

Gus Yahya mengatakan, pelibatan para musisi dan seniman di acara-acara NU ini bukan yang pertama, tetapi ini yang terbesar mengingat acaranya juga besar. Ia mengaku sengaja mendorong tampilan seni modern dalam skala besar pada peringatan Harlah 1 Abad NU. Slank, Maher Zain, dan para seniman mengaku bakal memberikan kejutan-kejutan meriah di Sidoarjo.

“Grup band Slank dari kelahirannya pada 1983 hingga sekarang digandrungi oleh anak muda. Sampai saat ini, Slanker, sebutan fans Slank, mencapai 4 juta anggota. Di mana Kaka cs manggung, mereka membanjiri tempat konser,” ujar Rahmat Hidayat Pulungan Wakil Ketua Panitia Resepsi 1 Abad NU.

Namun, lanjut Rahmat, kegiatan Slank tidak hanya konser dan bermain musik, tetapi juga menjadi agen penggerak anak muda pada kegiatan-kegiatan positif. Slank menjadi duta anti-narkoba dan anti-miras. Lirik-lirik lagu yang dibawakan Slank juga sarat pesan misal lagu “Seperti Para Koruptor”. Slank juga dinilai punya pengaruh besar bagi anak-anak muda untuk menjadi generasi yang baik.

Musisi Tohpati Ario Hutomo juga akan membuat kejutan. Dia merupakan musisi yang diminta langsung oleh PBNU untuk menggubah (composing) Theme Song 1 Abad NU “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”. Mars 1 Abad NU itu liriknya ditulis oleh mustasyar sekaligus mantan Rais Aam PBNU, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.