JOMBANG| DutaIndonesia.com – Logo Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang baru saja diluncurkan pada Kamis (16/7/2026). Logo ini karya santri alumni Ponpes Langitan, M. Shofa Ulum Azmi, yang sebelumnya juga mendesain logo Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2021.
Pria 36 tahun itu mengenyam pendidikan di pesantren Langitan selama delapan tahun. Terakhir dia lulus dari Madrasah Aliyah Al Falahiyah Ponpes Langitan Widang Tuban. Bahkan, dia belajar desain grafis juga di Ponpes Langitan sehingga prestasinya di bidang desain ia dedikasikan untuk guru dan teman-temannya di Ponpes Langitan.
Selain logo Muktamar NU, pria yang sekarang menetap di Cebolek Kidul, Margoyoso, Pati, Jateng, ini sebenarnya dua kali mendapatkan tugas dalam pembuatan logo hari santri. Dua logo hari santri dia kerjakan bersama temannya dari Pesantren Krapyak Yogyakarta. Namanya Hilal Nasrulloh. Hanya saja untuk logo hari santri 2020 memakai karya Hilal Nasrulloh sementara tahun 2021 yang dipakai logo hasil karya Shofa.
Yang unik, santri ini sempat mendapat julukan desainer “Bandung Bondowoso”. Mengapa? Itu karena kecepatannya dalam mendesain logo untuk Hari Santri Nasional 2021 yang hanya dikerjakan dalam waktu satu malam saja.
“Memang deadline-nya sangat mepet. Saya diminta mengerjakan logo ini juga cukup mendadak. Sampai-sampai orang-orang menyebut saya ‘desainer Bandung Bondowoso,” ujar Shofa, kala itu.
Julukan bernada candaan itu merujuk tokoh Bandung Bondowoso dalam legenda Candi Prambanan. Raja Kerajaan Pengging yang kejam ini menginvasi Kerajaan Prambanan, mengalahkan Prabu Baka, dan berusaha menikahi putrinya, Roro Jonggrang. Tapi sang putri meminta syarat yang menurutnya mustahil bisa diwujudkan oleh Si Bandung, yakni minta dibuatkan 1.000 candi dalam waktu semalam. Kisah ini berujung kutukan arca dari Si Bandung yang murka karena sang putri telah menggagalkan pembangunan 1.000 candi tersebut.
Berbeda dengan Bandung Bondowoso yang gagal memenuhi pesanan Roro Jonggrang, Shofa berhasil menyelesaikan tugas itu dalam satu malam. Saat itu, 12 September 2021, Shofa dihubungi oleh temannya Hilal Nasrulloh, desainer logo Hari Santri 2020 yang dia kenal melalui jejaring Arus Informasi Santri (AIS) Nusantara.
“Kang Hilal kembali mendapat project untuk mengerjakan logo hari santri. Namun, permintaan Kementerian Agama hanya memberi waktu satu malam. Sebab paginya konsep logo sudah harus diserahkan ke Pak Menag. Karena Kang Hilal masih di pondok, akhirnya dia mengajak saya,” kata pria yang juga pernah mondok di Ponpes Nazzalal Furqoon Salatiga ini.
Hilal sendiri, sebut Shofa, tengah nyantri di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta. Shofa menyebut, ketika itu dia dihubungi via WhatsApp pada pukul 19.00 WIB. Dari Hilal, dia mendapat beberapa brief dari Kemenag mengenai logo yang akan dibuat.
“Tema sudah ditentukan, yaitu Santri Siaga Jiwa Raga. Saya langsung mencari beberapa referensi dan merangkum filosofinya,” kata dia. Dari tema yang disodorkan Kemenag, Shofa merasa tertarik dengan frasa “Jiwa Raga”.
Menurut dia, frasa tersebut sangatlah nyentrik. “Lalu tiba-tiba inspirasi itu muncul setelah salat Isya. Bahwa ketika salat, kita menyerahkan segenap jiwa-raga kita pada Gusti Allah. Benar-benar ikhlas, benar-benar pasrah,” ujar dia.
“Filosofi yang saya temukan adalah sujud, kemudian salat. Awalnya hanya dua itu. Selebihnya mengalir saja. Alhamdulillah pada pukul 02.00 dini hari, logo sudah jadi. Filosofi dan kebutuhan presentasi juga sudah siap,” tambah Shofa.
Seperti diketahui, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU secara resmi telah meluncurkan logo dan tema Muktamar Ke-35 NU. Muktamar yang akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026, itu mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa”.
Peluncuran logo dan tema tersebut dilakukan setelah diputuskan dalam rapat koordinasi Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU yang digelar di Aula Kantor Pusat Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis (16/7/2026).
Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU, Dr. H. Amin Said Husni, M.Ag, mengatakan, rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting, salah satunya menetapkan logo dan tema resmi Muktamar Ke-35 NU. “Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah penetapan logo resmi dan tema untuk Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama,” katanya dalam keterangan yang diterima Redaksi, Sabtu (18/7/2026).
Amin Said Husni lalu menjelaskan filosofi logo tersebut. Lengkungan yang membentuk angka 3 dan 5 pada logo itu dirancang menyerupai dua lingkaran yang saling terhubung. Bentuk tersebut melambangkan kesinambungan, persatuan, dan harmoni dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.
Secara filosofis, lingkaran tidak memiliki titik awal maupun akhir sehingga melambangkan nilai-nilai perjuangan NU yang terus berlanjut dari generasi ke generasi. Semangat dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada umat tidak pernah terputus, melainkan terus diwariskan sebagai mata rantai perjuangan para ulama. Bentuk melingkar juga mencerminkan prinsip merangkul, bukan memisahkan.
Lebih lanjut dijelaskan, gerak melingkar pada logo memberikan kesan dinamis dan terus bergerak maju. Hal itu melambangkan NU sebagai organisasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah serta tradisi pesantren yang menjadi fondasinya. Keseluruhan bentuk lingkaran ini menjadi simbol bahwa Muktamar Ke-35 merupakan ruang pemersatu seluruh elemen Nahdlatul Ulama untuk memperkuat konsolidasi dan menjaga kesinambungan perjuangan ulama.
Sementara itu, pada bagian tengah logo terdapat ilustrasi menara berkubah emas yang merupakan ikon Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Elemen tersebut menjadi identitas tuan rumah Muktamar Ke-35 NU sekaligus melambangkan pusat ilmu, dakwah, dan peradaban Islam.
“Posisi menara berada di pusat logo sebagai lambang bahwa pesantren tetap menjadi poros peradaban Nahdlatul Ulama. Apabila membutuhkan logo resmi Muktamar Ke-35 NU, masyarakat dan warga NU dapat mengunduhnya melalui tautan berikut ini: https://bit.ly/logomuktamarnu35,” kata Amin Said Husni, yang juga Wakil Ketua Umum PBNU Bidang OKK. (jok)













