Namun, kejadian yang menimpa saya itu tidak membatalkan keikutsertaan tim robot Indonesia dalam lomba di Amerika tersebut. Lomba tetap jalan. Dan Alhamdulillah Tim Robot Kapal saya menang juara 1 the best design mengalahkan banyak peserta termasuk dari universitas Amerika sendiri. Tim Robot saya mendapat urutan ke-6 dari seluruh kategori yang dilombakan.
Mungkin, itulah mengapa saya tidak kapok hehehe. Selalu ada keindahan di antara kesulitan. Maka, saya pun terus saja keliling dunia. Selain karena tugas, memang saya suka traveling.
Bahkan visa Eropa saya, dapat yang 5 tahun langsung. Padahal sangat jarang WNI yang bisa mendapat visa 5 tahun he he. Inilah jalan hidup seorang traveller.
Namun, di balik semua kejadian itu, saya mengambil hikmahnya. Mungkin, ini teguran dari Allah buat saya, yang terlalu “sombong”. Yang sebelum- sebelumnya ke mana-mana tidak pernah ada masalah. Jadi saya menganggapnya saat ke Jepang itu, ya biasa saja. Eh, malah kejadiannya begitu. Saya dideportasi.
Saran saya kepada para traveller: mau ke mana pun, siapkan apa pun dengan matang dan fiks. Satu kesalahan saya saat hendak masuk Jepang itu, hotel tempat menginap saya tercancel sehingga jadi sumber masalah utama. Nah buat temen-temen mending bener-bener hotel dipastikan sudah fiks reservasi dan lain-lain. Bahkan lebih baik dipastikan dengan telepon atau email sebelum kedatangan di negara tujuan.
Dan yang berikutnya, kalau sudah di Imigrasi, pasrah saja dengan Allah SWT. Kita tidak punya upaya apa pun saat berada di titik itu. Yang tahu nasib kita hanya Allah SWT dan petugas imigrasi itu sendiri hehehe. (*)










