Peringati Hari Santri Nasional, Gus Jazil Sebut Santri Juga Perlu Gerakkan Ekonomi Umat

oleh

Perkembangan Zaman

Dalam menyongsong masa depan, diharap santri terus mengembangkan diri sesuai dengan kemajuan jaman. Didorong agar mereka tidak hanya tekun menuntut ilmu agama namun juga menguasai ilmu alam, teknologi, ekonomi, sosial, dan politik. 

“Agar mampu mengikuti perkembangan jaman,” tuturnya.

Dia juga menyebut, dengan memadukan ilmu agama dan ilmu-ilmu yang lain membuat santri akan menjadi manusia yang utuh.

Disamping itu, lanjut Gus Jazil dengan menguasai berbagai macam hal tadi membuat dirinya yakin santri bisa menjadi sosok yang mandiri dan bisa diserap dalam sendi kehidupan masyarakat. 

“Sekarang banyak alumni pesantren kerja di dunia perbankan, lembaga penelitian, dan tempat-tempat yang sebelumnya dipenuhi oleh lembaga pendidikan umum,” paparnya.
 Agar tercipta sosok santri yang ideal, yang menguasai ilmu agama dan ilmu-ilmu lainnya, alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu berharap agar pemerintah memperhatikan sistem pendidikan yang dikembangkan oleh pesantren.

 “Sebab di sanalah para santri berada dan menimba ilmu,” ungkapnya.

Pesantren yang selama ini dikelola secara mandiri, oleh kiai atau ulama, diharap lebih banyak diberi bantuan. Pendidikan di pesantren diakui terjangkau oleh masyarakat kecil namun hal demikian membuat proses tak sebanding bila dari sana diharapkan muncul mutu pendidikan yang berkualitas tinggi. Untuk itulah di sini perlunya kehadiran negara untuk secara serius meningkatkan mutu pendidikan di pesantren. 

“Di sinilah pentingnya pemerintah memperhatikan dan membantu pesantren dalam berbagai hal,” tegasnya.
 Saat ini ada Undang-Undang No. 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren. Kehadiran undang-undang itu diharap dijalankan secara maksimal sehingga tujuan Pasal 3 UU. No. 18 Tahun 2019 itu bisa tercapai. 

“Tujuannya di antaranya adalah membentuk pemahaman agama dan keberagamaan yang moderat dan cinta tanah air,” tutup Gus Jazil.

(sir/ndc)

No More Posts Available.

No more pages to load.