PWNU Jatim Tegaskan Uang Kripto Haram, Tapi Mengapa Digandrungi Orang?

oleh
Jumpa pers PWNU Jatim soal uang kripto yang hukumnya haram. (suarasurabaya.net)

Sangat Fluktuatif

Syafrudin menyebut fluktuasi yang terjadi di kripto sangat tinggi, unsur judinya sangat tinggi dan menimbulkan gharar atau ketidakpastian. Dia pun mengingatkan bahwa Nabi Muhammad melarang dalam jual beli yang menimbulkan gharar karena akan menimbulkan penipuan.

“Kemudian yang kedua, fluktuasinya sangat tinggi. Jadi bisa saja investasi Rp 1 miliar kemudian tiba-tiba saja naik jadi Rp 1,5 miliar. Tapi pernah terjadi dari Rp 1 miliar anjlok jadi 0, hilang uangnya. Nah, ini artinya bahwa ada gambling yang sangat tinggi di sini,” katanya.

Hukum haram kripto ini, lanjut Syafrudin, juga didasarkan pada ketidakjelasan siapa yang bertanggungjawab ketika investor akan menggugat atau menuntut.

“Yang ketiga, ketika ini terjadi investor ingin menggugat atau mengadukan, siapa yang akan dituntut. Ini tidak ada yang bertanggungjawab. Lain dengan saham tadi. Oleh karena itulah kami berpendapat dari PWNU Jatim bahwa kripto ini tidak boleh. Dan alhamdulilah sampai detik ini pemerintah tidak memperbolehkan,” tandas Syafrudin.

Sebelumnya, PWNU Jatim mengeluarkan fatwa haram untuk cryptocurrency (uang kripto). Keputusan itu didasarkan pada hasil kajian lembaga Bahtsul Masail, Minggu (24/10/2021).

“Para peserta bahtsul masail memiliki pandangan bahwa meskipun kripto telah diakui oleh pemerintah sebagai bahan komoditi, tetapi tidak bisa dilegalkan secara syariat,” kata Kiai Azizi Chasbullah sebagai mushahih, demikian seperti dikutip dari laman Jatim NU.

Dia menjelaskan, status mata uang kripto pun tidak bisa diakui sebagai komoditas dan tidak diperbolehkan.

Mata uang kripto diputuskan haram karena dianggap akan munculnya beberapa kemungkinan yang bisa menghilangkan legalitas transaksi.

“Atas beberapa pertimbangan, di antaranya adalah akan adanya penipuan di dalamnya, maka dihukumi haram,” katanya.

Selain itu, dalam pembahasan, peserta musyawarah menganggap mata uang kripto tidak memiliki manfaat secara syariat, seperti yang dijelaskan dalam kitab-kitab fiqih.

Disebutkan, hal ini dibenarkan oleh salah satu tim ahli mata uang kripto yang diundang PWNU Jatim. Ahli tersebut diundang untuk menjelaskan kronologi perihal praktik yang benar dalam penggunaan mata uang kripto. 

No More Posts Available.

No more pages to load.