Sama dengan di Indonesia, umat Islam di ibukota Inggris, London, menunaikan ibadah puasa Ramadhan pada Kamis (23/3/2023). Muslim London pun menjalankan ibadah Salat Tarawih pada Rabu malam. Namun, umat Islam asal Indonesia di London belum sepenuhnya bisa melakukan salat Tarawih di Masjid Indonesia Islamic Center (IIC) mengingat belum mendapat izin resmi dari Pemerintah Kota London. Meski demikian masjid Indonesia pertama di Inggris Raya ini sudah digunakan untuk kegiatan sosial keagamaan oleh para diaspora Indonesia.
Oleh Gatot Susanto
YAYAH INDRA, Ketua PCI Muslimat Nahdlatul Ulama Inggris Raya, membenarkan bila Masjid IIC sudah digunakan untuk aktivitas keagamaan, keilmuan, maupun sosial oleh para diaspora Indonesia. Para ibu-ibu Muslimat United Kingdom sendiri sudah melakukan aktivitas di IIC setiap akhir bulan. Namun untuk salat lima waktu masih di Central Mosque atau Masjid Agung London yang semakin ramai saat Bulan Ramadhan.
“Sesuai pengumuman dari Central Mosque, umat Islam puasa Ramadhan pada Kamis (23/3/2023). Kami berpuasa Ramadhan seperti biasa. Kami juga sudah melakukan aktivitas di masjid IIC. Tapi untuk Tarawih berjamaah dalam jumlah banyak belum, menunggu izin lengkap dari Pemerintah Kota London,” kata Yayah Indra kepada Global News, Kamis (23/3/2023).
IIC sendiri, kata Yayah, sudah bisa digunakan untuk aktivitas ibadah tapi hanya di lantai satu saja. Sedang untuk lantai dua belum sama sekali. Karena itu, panitia pembangunan IIC berencana melakukan penggalangan dana lagi guna melanjutkan renovasi masjid yang menjadi kebanggaan para diaspora Indonesia di Inggris Raya tersebut.
“Kalau lantai bawah sih sudah bisa dipakai untuk sementara. Tapi yang lantai di atas belum bisa semuanya. Perlu direnovasi lagi agar lebih luas. Dan ada rencana penggalangan dana lagi. Namun kami belum tahu kapan, panitia masih melakukan koordinasi untuk menentukan waktunya. Mudah-mudahan segera bisa direnovasi dan dananya cukup, aamiin,” katanya.
Sejumlah tokoh Indonesia sudah pernah mengunjungi IIC ini. Mulai Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Mendag Zulkifli Hasan, hingga Anies Baswedan yang berkunjung ke IIC pada pertengahan Januari 2023 lalu.

Masjid IIC ini dibangun oleh diaspora Indonesia di Inggris Raya dan mendapat dukungan para tokoh dan pengusaha Indonesia. Momen Bulan Ramadhan pun diharapkan semakin memberi semangat baik panitia maupun para donatur untuk membantu dana guna melanjutkan renovasi IIC.
Saat ini muslim Indonesia di London melakukan ibadah Ramadhan seperti biasanya. Begitu pula saat Lebaran Idul Fitri 1444 H nanti. Yang menarik, grup Rebana Ibu-ibu PCI Muslimat NU United Kingdom (MNU UK) ternyata diajak berkolaborasi oleh penyanyi dan musisi Batak di London yang mendapat undangan tampil dalam Festival Idul Fitri yang secara rutin digelar di Trafalgar Square pada 29 April 2023 mendatang.
Trafalgar Square merupakan Alun-alun di Pusat Kota London yang menjadi sangat ramai saat Ied Festival digelar. Kini ibu-ibu Muslimat UK sedang giat berlatih untuk menyiapkan diri tampil di festival tersebut.
“Grup Rebana atau team Sholawat MNU UK ini sering diundang untuk mengisi acara-acara Tasyakuran yang diadakan oleh muslim di kota ini. Siapa pun bisa mengundang atau berkolaborasi dengan kami. Nah, kali ini, ceritanya, kami diajak kolaborasi dengan penyanyi Batak yang akan tampil di Trafalgar Square mewakili Indonesia. Panitia kumpulan diaspora asal Batak ini sudah lama mengajukan permohonan ikut berpartisipasi di acara tersebut dengan menampilkan nyanyian dan tarian adat Batak. Nah, mereka sekalian menampilkan Rebana kami juga,” katanya.
Festival Idul Fitri membuat Islam semakin bersinar di Inggris. Festival ini mulai digelar sejak Sadiq Khan terpilih sebagai Walikota London pada 2016 dan kembali terpilih pada Sabtu (8/5/2021) silam. Walikota asal Partai Buruh itu membuat syiar Islam di Kota London semakin gencar.
“Ya, sejak Mr. Sadiq Khan menjadi mayor London. Mayor Muslim pertama sehingga selalu ada Ied Festival di situ . Ada juga bukber (buka puasa bersama). Juga biasanya hari-hari kerja. Ied Festival ini menjadi istimewa bagi kaum muslim. Insya Allah kalau sudah bisa masuk (tampil) ke situ, jalan ke depannya lebih gampang. Mohon doanya semoga lancar,” kata Yayah Indra.

Festival Idul Fitri menjadi sangat ramai karena bukan hanya dihadiri kaum muslim tapi juga non-muslim. Hal ini karena toleransi beragama cukup kental di London. Perayaan bertajuk Celebrating Eid Festival itu membuat semua orang ikut bergembira.
Celebrating Eid Festival juga menjadi ajang perjumpaan para Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di London. Perayaan ini biasanya dihelat satu minggu setelah tanggal 1 Syawal di tengah alun-alun kota. Warga muslim dari luar Kota London juga tumplek blek di Ied Festival.
Islam adalah agama terbesar kedua di Inggris di mana lebih dari 12 persennya tinggal di London. Tak heran jika acara ini dimeriahkan oleh muslim dari penjuru London juga dari kota-kota lain yang sengaja datang ke London.
Bukan hanya saat Lebaran Idul Fitri. Saat ini jalan-jalan di pusat Kota London, juga semarak berhias lampu model lentera, bulan, matahari, berwarna warni menyambut datangnya bulan Ramadhan 2023. (*)














