Rasiyo Menginspirasi Generasi Muda Melalui Buku

oleh
Buku Rasiyo

SURABAYA| DutaIndonesia.com – Para tokoh atau pejabat Pemerintahan perlu menerbitkan buku. Baik buku biografi maupun buku tentang pengalaman sang tokoh saat mengemban amanah jabatan di Pemerintahan yang bisa diambil ilmunya oleh generasi muda sekarang dan yang akan datang.

Salah satunya dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur era Gubernur Soekarwo, Rasiyo, yang baru saja menerbitkan buku biografi. Ya, Rasiyo Menginspirasi Generasi Muda Melalui Buku.

Buku bertajuk “Anak Desa Itu Bernama Rasiyo; Sebuah Catatan Perjuangan Sekdaprov Jatim Era Gubernur Soekarwo” itu menceritakan kisah hidup Rasiyo dari masa sulit hingga akhirnya menjadi orang nomor satu di jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Jatim.

Buku yang sangat menarik ini mendapatkan apresiasi dan kata pengantar dari dua Gubernur Jawa Timur, yaitu, Gubernur Imam Utomo dan Gubernur Soekarwo.

“Sebuah kebanggaan bagi saya tentunya, Pak Imam dan Pakde Karwo berkenan memberikan kata pengantar untuk buku saya,” kata Rasiyo tentang bukunya tersebut.

Rasiyo menjelaskan, buku yang diluncurkannya berisi tentang cerita perjalanan hidupnya dan masa ketika ia mengabdi di dunia pendidikan. Selain itu, juga berisi tentang jejak pengabdiannya yang komprehensif ketika menjadi Sekdaprov Jatim.

Saya ingin menyuguhkan dan menceritakannya dalam satu ajang sharing tentang apa yang secara fisik dan batin saya dapatkan selama berpuluh tahun karier saya berjalan. Buku adalah wadah yang tepat.,” terang pria asal Madiun yang saat ini tengah melangkah sebagai calon legislatif (caleg) daerah pemilihan satu Jatim dari Partai Demokrat tersebut.

Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa banyak pelajaran yang dia tuangkan dalam buku ini dan itu diniatkan sebagai tauladan bagi anak cucu dan generasi muda serta para pembaca lainnya. Bagaimana kita bersikap dan berperilaku dalam hidup. Bagaimana kita memperlakukan orang lain, dengan segala sikap mereka kepada kita. Apa kunci utama dalam meraih kesuksesan. Semua dituangkan dalam buku biografi ini.

“Di buku ini, saya ingin berbagi pengalaman, bahwa Kehendak Tuhan selalu indah untuk hamba Nya. Yang terpenting adalah menjalani apa yang telah digariskan dengan sebaik-baiknya dan selalu percaya bahwa apapun itu, selalu ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik,” ungkapnya.

Sementara itu, ditemui di lain tempat, penulis buku biografi Rasiyo ini, Permata Ayu, mengatakan, bahwa buku biografi yang ditulisnya ini menceritakan siapa sosok Rasiyo saat ini, ketika dia menjadi Sekdaprov, menjadi Kepala Dinas Pendidikan Jatim, menjadi pengawas, guru, dan diakhiri dengan kisah latar belakang seorang Rasiyo yang ternyata seorang anak petani.

“Saya menggunakan alur flashback untuk menceritakan episode-episode cerita hidup Pak Rasiyo. Saya ingin menyuguhkan sebuah cerita biografi yang sedikit lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ayu, sapaan akrabnya, menjelaskan banyak pelajaran yang dapat diambil dari apa yang diceritakan dalam buku. Tentang kepemimpinan, tentang leader, tentang ketekunan bekerja, tentang baik dan buruk komunikasi dan hubungan antar rekan kerja dan relasi.

Serta tentunya pelajaran-pelajaran spiritual tentang kesabaran, keikhlasan dan tentu saja kepasrahan kepada Sang Pencipta.

“Bukan hanya pembaca yang dapat mengambil pelajaran dari buku ini. Sebagai penulis, saya pun mendapatkan banyak pelajaran tentang hidup selama proses penggalian materi dan proses penulisan buku. Menurut saya, buku ini sangat layak untuk dibaca,” pungkasnya.(nas)

No More Posts Available.

No more pages to load.