JAKARTA| DutaIndonesia.com – Akademisi Rocky Gerung meminta maaf atas kehebohan yang terjadi terkit kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi. Prokontra mewarnai kasus ini. Rocky yang sudah sering mengkritik Presiden Jokowi pun dilaporkan ke polisi. Aksi demo pro dan kontra Rocky pun terjadi.
Namun yang menarik, justru Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri tidak memproses kasus yang membuat heboh itu. Saat ini Polisi telah mengambil alih 13 laporan polisi dengan terlapor Rocky Gerung dari Polda jajaran. Kini, Bareskrim langsung melakukan penyelidikan atas kasus yang menyeret Rocky Gerung tersebut.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan kasus yang diselidiki dengan terlapor Rocky Gerung ini terkait dugaan berbuat keonaran dan menyebarkan berita bohong.
“Mohon maaf, yang dilaporkan adalah terkait dengan menyebarkan berita bohong dimana termaksud dalam Pasal 14, Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Jadi ini yang dilaporkan,” kata Djuhandhani di Gedung Bareskrim pada Jumat, 4 Agustus 2023, dikutip dari vivanews co.id.
Sementara untuk pelaporan terhadap Rocky Gerung terkait pencemaran nama baik itu merupakan delik aduan. Artinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mengadukan sendiri jika tersinggung atas pernyataan Rocky Gerung terkait ‘bajingan tolol’ itu. Namun seperti diketahui terkait hal itu Presiden sudah menyampaikan tidak akan melaporkannya.
“Yang kita ketahui bersama, kalau pencemaran nama baik seseorang itu merupakan delik aduan, tentu saja yang bisa mengadukan orang yang merasa dirugikan. Jadi sementara ini laporan polisi yang ada terkait Pasal 14 dan 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946,” jelas dia.
Minta Maaf, Tetap Kritis
Pada hari yang sama Rocky Gerung menggelar jumpa pers. Dalam kesempatan itu dia mengaku menyesal karena kritikannya yang diduga bernada hinaan kepada Presiden Joko Widodo menimbulkan perselisihan serta pro dan kontra di publik.
“Jadi sekali lagi, saya menyesalkan bahwa persoalan hukum yang dari awal saya katakan ini adalah kritik saya terhadap Presiden Jokowi yang saya ucapkan dengan sangat tajam, dan biasa saya lakukan itu di mana-mana,” kata Rocky saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2023).
Rocky menyadari bahwa kasus ini akhirnya membuka perselisihan. Perselisihan pun berlanjut dan tanpa arah serta menimbulkan keonaran.
Rocky pun meminta maaf atas perselisihan yang terjadi. Namun, Rocky tidak ingin berkomentar lebih lanjut mengenai adanya pihak-pihak yang melaporkannya kepada polisi atas kritik tersebut.
“Saya minta maaf terhadap keadaan hari ini yang menyebabkan perselisihan berlanjut tanpa arah. Saya merasa kok ini kenapa enggak bisa diselesaikan secara hukum,” ucap dia.
Selengkapnya bisa disimak penjelasan Rocky dalam kanal Youtubenya di bawah ini:














