MALANG|DutaIndonesia.com – Rumah Sedekah NU dan Mitra menggelar acara apresiasi dan silaturahim dengan Sopir dan Pembantu Sopir Ambulance se-Malang Raya. Kegiatan ini dipusatkan di NK (Nendes Kombet) Cafe yang sebelumnya dimulai dengan konvoi para sopir ambulance dari Balai Kota Malang.
Apresiasi dan santunan diberikan kepada driver ambulance yang selalu siap sedia dan sigap dalam bertugas. Kiprah mereka terlihat salah satunya saat tragedi besar yang belum lama terjadi di Malang, yakni peristiwa di Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022 yang lalu. Dari peristiwa tersebut, tenaga kesehatan dan pelayan sosial sangat dibutuhkan untuk menolong korban.
“Tragedi Kanjuruhan dengan banyaknya korban ini menjadi sorotan masyarakat Indonesia dan dunia. Dari tragedi tersebut kita belajar untuk berperan dan peduli kepada siapa pun yang terlibat dalam penanganan tidak terkecuali Sopir Ambulance ini,” jelas Gus Shodiq, Inisiator Rumah Sedekah NU sekaligus pemrakarsa program sosial ini.
Gus Shodiq juga menginisiasi untuk keluarga korban Kanjuruhan khususnya anak-anak korban bisa mendapatkan beasiswa hingga lulus SMA atau sederajat. Hal ini tentunya bertujuan menjamin kesetaraan pendidikan bagi anak korban tragedi Kanjuruhan.
Acara apresiasi untuk sopir ambulance berlangsung mulai pukul 11.00 sampai pukul 14.00. Apresiasi yang diberikan berupa sembako dan uang tunai. Penyerahan apresiasi ini diberikan oleh Gus Shodiq selaku Inisiator Rumah Sedekah NU dan Perwakilan dari Dinas Kesehatan.
Acara dihadiri dari berbagai pihak salah satunya yaitu dinas kesehatan dan 6 komunitas ambulance di Malang Raya. Acara ini disambut hangat oleh Owner NK Cafe, Komunitas Anak Bangsa, Dinas Kesehatan Malang, dan Pejabat Pemerintahan.
“Acara ini antusias diikuti oleh para sopir ambulance. Ini merupakan kali pertamanya sopir ambulance mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Apresiasi ini tentunya akan menambah semangat kami dalam bertugas kedepannya. Terima kasis atas inisiasinya Gus Shodiq dan Rumah Sedekah NU,” kesan Alfan salah satu sopir ambulance yang mengikuti acara tersebut.
Acara diakhiri dengan makan bersama di NK Café dilanjutkan dengan do’a yang dipimpin KH. Zainal Arifin. (Pewarta: Tim Redaksi Manbaul Ulum)














