Berkualitas
Dalam acara Launching ‘’Sagu-Saku’’ di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (25/11/21) kemarin, 84 buku tulisan para guru tersebut diserahkan oleh penulisnya masing kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Buku mereka semuanya sudah ber-ISBN dan berkualitas serta pihak Disdik Pamekasan juga telah mengurus ke Katalog Nasional.
“Jadi acara launching kemarin itu sebagai inspirasi bagi teman teman guru bahwa mereka itu bisa menulis. Kalimat ini yang harus ditunjukkan. Ini yang perlu dikembangkan kepada semua teman teman guru bahwa mereka bisa menulis,” tandas Zaini.
Kemampuan menulis yang telah dimilki para guru peserta pelatihan diharapkan akan ditularkan kepada guru yang lain, sehinga semua guru di Pamekasan nanti akan memiliki kemampuan menulis dan bisa menghasilkan minimal satu buku. Terkait dengan ini, di Pamekasan sudah lahir komunitas forum Sagu-Saku. Target komunitas itu adalah mencapai keinginan untuk program Sagu-Saku tersebut.
Zaini mengaku tidak membatasi tentang judul atau materi tulisan. Tahap awal memberikan kebebasan bagi guru untuk menulis sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Akan lebih baik memang bila berkaitan dengan keahliannya masing-masing.
“Boleh buku apa saja, kita targetnya semua buku apa saja. Tentang asmara dan lain lain juga boleh. Untuk melatih orang di awal awal itu harus diberi kebebasan nanti baru diarahkan. Yang harus kita tumbuhkan kepercayaan diri menulis dulu.,” tegasnya.
Saat ini di Pamekasan ada 7.900 orang guru. Rinciannya 3.900 guru PNS dan 4.000 guru non-PNS. Kalau semua guru di Pamekasan berhasil menulis minimal satu buku, kata Zaini, maka akan menjadi kekuatan luar biasa yang bisa menjadi modal kuatnya Pamekasan sebagai kabupaten literasi.
“Saya melihat dengan pengembangan literasi itu ada perubahan sikap masyarakat. Yang kasar jadi santun, ramah. Literasi ini kuncinya. Mereka lebih bijaksana, kritik tidak destruktif, maksudnya diubah metodenya jadi lebih baik,” pungkasnya. (*)














