Dengan segala potensi yang ditemukan dari ajang tersebut. ISNU Sidoarjo merasa mendapat amanah untuk memberdayakan serta mengoptimalkan potensi dan talenta yang ia miliki untuk kepentingan menggaungkan kiprah ISNU di Sidoarjo pada khususnya.
Ketiga, pentingnya pengkaderan sejak dini. Selama ini, ada organisasi kepemudaan yang lebih populer di kalangan pelajar dan mahasiswa dan memang itu sasaran utamanya. Akan tetapi Setelah ia lulus apakah mau bergabung dengan ISNU?. Tentu tidak banyak yang bergabung. Tidak bergabungnya para sarjana NU ke dalam gerbong ISNU, salah satunya ISNU belum dianggap memiliki bargaining. Padahal, tidak sedikit posisi strategis di struktur birokrasi maupun badan khusus NU saat ini berasal dari kader ISNU.
Maka, senyampang ISNU Sidoarjo yang sudah mendapatkan kepercayaan dari internal maupun eksternal NU karena dedikasi, loyalitas organisasi dan prestasi yang telah diraih di ajang PWNU Jatim Award, sudah saatnya menyiapkan kader-kader militan sejak dini. Melibatkan kaum milenial dalam setiap event untuk membuktikan jika ISNU bukan sarjana ‘kaleng’, tetapi sarjana yang layak diperhitungkan karena telah memiliki bargaining saat ini dan mendatang.
Dengan mengusung tema: ” Menjamiyahkan Sarjana NU dalam Berkhidmat untuk Jamaah”, ISNU ke depan diharapkan menjadi wadah para kaum cendekia NU dalam mendedikasikan ilmu dan keahliannya untuk umat. Selamat Konfercab III PC ISNU Sidoarjo. (*)
*Dr. H. Sholehuddin, S.Ag, M.Pd.I adalah Ketua PC ISNU Sidoarjo














