SBSM 5 Gombak Kuala Lumpur Adakan Acara Perpisahan

oleh

KUALA LUMPUR| DutaIndonesia.com – Dalam rangka melepas para pelajar yang akan merampungkan masa studi, SBSM (Sanggar Belajar Sungai Mulia) 5 Gombak Kuala Lumpur Malaysia mengadakan acara perpisahan.

“Alhamdulillah. Kita dapat mengadakan acara [perpisahan] ini yang pertama setelah Covid-19 kemarin,” tutur Dra Mimin Mintarsih, selaku pengelola SBSM 5.

Tujuan dari acara ini, lanjut Mimin, adalah sebagai bentuk rasa syukur bahwa para pelajar sudah menyelesaikan proses pembelajaran tahap pertama.

Acara yang diadakan pada 17 Juni 2023 tersebut berlangsung di Dewan Kebajikan Gombak Setia, Kuala Lumpur. Turut hadir di dalamnya Ibu Rosi Verona, selaku DCM (Deputy Chief of Mission) KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Firadus yang merupakan staf Atdikbud (Atase Pendidikan dan Kebudayaan), dan juga para guru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Berkenan menyampaikan sambutan, Rosi menyatakan sangat mendukung berbagai program yang diadakan oleh SBSM 5 bagi para pelajar.

“Anak-anak harus terus belajar sampai ke pendidikan yang lebih tinggi lagi. Jangan hanya sampai di SD/SMP saja,” terangnya.

“Terus tingkatkan disiplin anak-anak. Kita akan memperluas SIKL [Sekolah Indonesia Kuala Lumpur] agar lebih banyak lagi anak-anak lulusan sanggar belajar SBSM 5 ini bisa sekolah di SIKL,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Firdaus juga menyebutkan sangat mendukung program acara seperti ini. Selain itu, untuk memperkuat sumber daya manusia dari para tenaga pengajar, KBRI akan membantu memastikan bahwa di setiap tahun akan ada para mahasiswa yang akan mengadakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Kuala Lumpur.

Tujuan dari kebijakan tersebut, lanjutnya, adalah agar para mahasiswa tersebut dapat menggantikan posisi para pengajar tetap dari IIUM (International Islamic University Malaysia) ketika mereka berhalangan hadir. Dengan demikian, tidak akan terjadi apa yang disebut kelas kosong.

Dalam acara tersebut turut dipersembahkan oleh para pelajar berbagai penampilan seperti tari saman dari Aceh, tari tor-tor dari Medan, tari sajojo dari Papua, tari tidi dari Gorontalo, dan drama.

Berlangsung selama dua jam, acara dihadiri oleh sekitar 300 orang. Acara berakhir pada pukul 13.00 . (Mimin/Aziz)

No More Posts Available.

No more pages to load.