
Lalu bagaimana santri milenial menghadapi zaman?
Bagi seorang santri milenial tentu diperlukan cara-cara zaman “now” untuk dapat menghadapi tantangan masa kini. Dan beruntung beberapa pesantren di Indonesia menangkap kebutuhan ini. Melalui pesantren, santri harus bisa mengikuti zaman namun tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.
Pengetahuan agama perlu diseimbangkan dengan pengetahuan umum sehingga terbentuk santri yang memiliki nilai spiritualitas, intelektualitas dan moralitas yang siap bersaing pada tataran global.
Kemampuan memaksimalkan potensi diri melalui teknologi informasi, kemahiran berbahasa asing (Arab dan Inggris), semangat menuntut ilmu, memanfaatkan jejaring, kemandirian hidup serta semangat ikhlas beramal adalah bagian penting dalam penentu kesuksesan di era ini.
Jika ini terwujud pada diri santri maka sejatinya peranannya jihad masa kini yaitu berkontribusi pada cita-cita luhur bangsa Indonesia dan umat sedang dia lakukan. Sehingga di manapun dia berada, prinspi kehidupan santri yaitu semangat keikhlasan, kejujuran, integritas, konsistensi dan kreatifitas terus terjaga hingga akhir hayatnya untuk berbagi manfaat.
Sekarang santri diminta belajar teknologi secanggih-canggihnya sampai lupa atau berkurang ilmu agamanya. Padahal tokoh seperti Ibnu Sina misalnya Beliau matang ilmu agamanya dulu baru ilmu kedokterannya. Apa sekarang tidak kebalik?
Saya masih yakin porsi pendidikan ilmu agama yang didapatkan santri porsinya masih cukup besar pada kurikulum sekolah atau pesantrennya. Tapi yang saya khawatirkan adalah ketika seorang santri telah selesai pendidikannya di suatu pondok pesantren atau juga biasa disebut dengan “Penjara Suci” lalu mengenal dunia luar yang akhirnya membuat dia terlena akan kebebasan yang dia dapatkan hingga lupa akan spirit dan jati dirinya sebagai santri yang sudah bertahun-tahun dia lalui.
Oleh karenanya, melalui Hari Santri Nasional ini penting untuk terus membangkitkan semangat jiwa santri yang selayaknya melekat hingga akhir hayat dan tentunya diharapkan dapat bersinergi bagi kemajuan bangsa melalui aksi nyata bervisi dan berstrategi jelas untuk kembali menyadarkan kembali akan pentingnya peran santri sebagai elemen penting mewujudkan cita-cita luhur bapak pendiri bangsa kita dan para ulama.













