Suka Duka Memimpin Muslimat NU Hongkong (2-Habis): Mualaf Penakut Itu Memandikan Jenazah, ‘Gajinya’ Langsung dari Allah

oleh
Hj Fatimah bersama tim pemulasaran jenazah Women Muslim Association Of Hongkong, masing-masing Hj Jamilah, Hj Latifah, Hj Asiyah, dan Hj Mariam.

Bantu Membangun Masjid

Fatimah sendiri seorang mualaf. Sejak kecil dia dididik dalam lingkungan keluarga Katolik di Kota Surabaya. Sekolah di SD Giki, SMP Vincentius, SMAK St Louis, dan Unika Widya Mandala. Saat dewasa dia pun masuk Islam. Dia belajar agama dari sejumlah ulama, termasuk dari Prof Dr KH Ali Azis MAg, guru besar dan dosen UIN Sunan Ampel Surabaya. “Nama saya, Fatimah, ini pemberian Beliau,” ujarnya.

Setelah kuliah di Unika Widya Mandala Surabaya, Fatimah kemudian merantau ke Hongkong. Tidak sebagai PMI dengan visa tenaga kerja (domestic helper), tapi bekerja di KJRI selama sekitar 20 tahun. Kemudian dia menikah dengan orang Hongkong.

Setelah itu, Fatimah banyak mengabdikan diri dalam kegiatan sosial keagamaan. Salah satunya dengan memimpin PCI Muslimat NU Hongkong dan menjadi anggota Women Muslim Association Of Hongkong. “Pekerjaan pertama dan terakhir saya, ya di KJRI itu,” ujarnya.

Saat ini, sebagai warga Nadliyyin, bersama pengurus PCI Nahdlatul Ulama (NU) Hongkong-Macau, dia berusaha mewujudkan impian memiliki masjid untuk muslim Indonesia sendiri. Keinginannya ini pernah disampaikan kepada Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa saat mantan mensos yang sekarang menjabat Gubernur Jatim itu berkunjung ke Hongkong.

“Beliau sangat mendukung. Bahkan, disampaikan ke Bapak Presiden Jokowi saat Beliau melakukan kunjungan ke Hongkong. Bahkan, Pak Jokowi langsung menelepon Gubernur Hongkong meminta dukungan soal pembangunan masjid Indonesia ini,” katanya.

Fatimah mengaku sangat mendukung program PCI NU Hongkong-Macau yang ingin membangun masjid untuk nahdliyyin, Islamic Community Center, shelter & advokasi PMI, imam dan ustad permanen, overseas mutual networking yang merupakan Himpunan Pengusaha NU, layanan zakat infaq sodaqoh, resto nusantara, saudagar koperasi Mabadiku Bintang Sembilan dan lainnya.

Terkait masjid, Gubernur Hongkong pun menyambut positif. Namun dalam pelaksanaannya harus disertai rekomendasi resmi dari Pemerintah RI. Hal ini yang membutuhkan waktu agak lama mengingat rekomendasinya harus dimintakan ke Istana Presiden. “Semoga saja bisa lancar,” katanya.

Fatimah memang dikenal sebagai pendukung setia Jokowi – KH Ma’ruf Amin saat pemilihan presiden. Dia pun mendukung program Pemerintah Jokowi-KH Ma’ruf Amin melalui kegiatan Muslimat NU Hongkong.

“Termasuk membantu para PMI, khususnya di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Misalnya Rabu 4 Agustus kemarin, kami bersama KJRI mencari solusi atas seorang PMI yang terpaksa tidak bisa bekerja karena penyakit matanya, sehingga dia meminta dipulangkan ke Indonesia. Dia PMI asal Banyuwangi Jawa Timur,” katanya. (*)

YouTube player

No More Posts Available.

No more pages to load.