Tantangan Diaspora Arek Suroboyo Mendidik Anak di Amerika: Sekolah di NYIFW Membentuk Karakter Anak, Bukan untuk Jadi Artis

oleh
Vanny Tousignant NYIFW
Vanny Tousignant bersemangat menumbuhkan bibit baru dalam dunia fashion. Selain itu juga berusaha mengedukasi masyarakat Amerika tentang fashion dan tekstil Indonesia.

Mendidik anak dengan cara mix budaya Timur dan Barat, Fenny dan Kevin sebagai orang tua harus sepakat terhadap aktivitas anak mana yang boleh mereka kerjakan atau tayangan mana yang boleh mereka tonton, seperti dalam film, YouTube, iPhone, dan media sosial lain. Anak-anak juga harus sepakat dan komitmen mematuhi  kesepakatan tersebut. 

“Kita berkali-kali ingatkan tentang social media yang jualan obat-obat kayak candy  (permen), jangan pernah mau dikasih teman atau orang-orang yang dia kenal, and kita kadang-kadang  kita juga check cellphone and backpack atau kamarnya.  Sedang soal pakaian dia hanya ngikuti trend di group sekokahnya,” ujar Fenny. 

Bagaimana dengan tren bullying atau perundungan di kalangan anak-anak? “Wah, si Gazelle suka bullying adiknya hehehe. Kalau masalah bullying ke group teman-temannya dia selalu speak up. Artinya dia berani langsung ngomong ke yang membully atau lapor ke gurunya. Dia tegas dan berani.  Tapi belum ada kejadian dia dibully,” katanya.

Namun demikian, masalah teman harus menjadi perhatian khusus. Sebab teman bisa mempengaruhi perilaku anak. “Yang terpengaruh banyak di masa-masa  remaja ini biasanya teman-temannya. Untung Fenny kenal semua orang tua para teman-temannya. Aku add juga semua di Facebook  para mama-mamanya,” katanya. 

Karakter Gazelle itu membuat dia meraih prestasi di sekolahnya. Misalnya dia masuk honor student dengan grade A untuk semua mata pelajaran. “Dia kuat di mathematics and reading mulai kelas 3 SD sampai sekarang. And the best pitcher di team softballnya,” katanya. (*)

Keterangan Foto:

Gazelle Diehl saat tampil dalam International Fashion & Arts Week bersama Vanny Tousignant.

No More Posts Available.

No more pages to load.