Vaksinasi di Ponpes Amanatul Ummah, Kiai Asep Juga Tolak ‘Johnson & Johnson’

oleh

Selain itu juga diberi madu, habbatussauda, dan minuman kesehatan probiotik yang diproduksi sebuah perusahaan di Malang. “Kurma itu dikunyah sampai lembut dan bercampur air liur baru ditelan,” kata Kiai Asep. Tapi Kiai Asep juga mengingatkan harus membaca doa. “Baca bismillah, alhamdulillah, qul huwallahu ahad,” katanya.

Alhamdulillah, kata Kiai Asep, sudah 1 tahun 5 bulan para santri Amanatul Ummah yang jumlahnya 12.000 itu tak ada yang terjangkit virus corona. Bahkan sudah 1 tahun 5 bulan pula belajar tatap muka alias PTM. Tanpa belajar daring. “Tapi tak ada yang kena corona,” tegasnya.

Kiai Asep juga mendorong masyarakat ikhtiar menjaga kesehatan dengan mempraktikkan hasil temuan-temuan para ahli. Kiai Asep lalu menyebut hasil penelitian drh Indro Cahyono, alumnus UGM, tentang manfaat garam krosok yang bisa merontokkan virus corona. Hasil temuan itu kini lagi populer. Videonya juga viral.

Sebelumnya Kiai Asep bahkan langsung memberi contoh dengan mempraktikkan cara penggunaannya. “Caranya garam krosok dicampur air lalu dimasukkan hidung dan dibuat kumur di mulut,” kata Kiai Asep.

Komposisinya 1 botol air dicampur 1 sendok garam munjuk. “Kalau air setengah liter berarti garamnya setengah sendok,” katanya.

Mengutip hasil penemuan drh Indro, Kiai Asep mengatakan bahwa virus corona nempel lebih dulu di hidung atau mulut beberapa hari sebelum menyerang organ tubuh. Nah, saat itulah harus dirontokkan dengan garam krosok. Kalau virus corona telanjur masuk ke organ tubuh seperti paru-paru, maka garam itu tak berfungsi lagi. Karena itu Kiai Asep menyarankan agar dalam dua hari atau tiga hari sekali membersihkan hidung dan mulut dengan garam krosok.

Kiai Asep mengaku prihatin terhadap melonjaknya virus Corona di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Apalagi PPKM Darurat yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan itu tak efektif. (gas)

YouTube player

No More Posts Available.

No more pages to load.