Raimy Sofyan tidak hanya berbagi pengalaman sebagai pensiunan bankir internasional yang berhasil membangun bisnis dari nol dalam sebuah buku, tapi juga mengajak langsung masyarakat untuk berdiskusi.
Maka, dapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang buku KAI FOOD: Membangun Bisnis dari Nol dalam bedah buku yang diulas oleh Ibu Lucy Kusman, seorang Self Transformation Coach dan penulis buku MetaMOREprocess, di Dipuri Coffee & Roastery Cipete Selatan Jakarta Selatan, Kamis 18 Juli 2024. Berikut wawancara dengan Bapak Raimy Sofyan, Penulis Buku & Pemilik Kai Food:
Kenapa masuk ke bisnis keluarga Kai Food?
Bisnis kuliner paling mudah dimulai dan dipertahankan sebagai bisnis berkelanjutan (sustainable business) karena kebutuhan makanan khususnya pangan olahan tidak pernah berhenti dan memanfaatkan dapur rumah sendiri.
Apakah usaha ini dirintis sendiri atau bersama orang lain?
Kai Food dibangun dan dikembangkan sendiri dan memanfaatkan modal sendiri.
Kapan mulai didirikan?
Sejak tahun 2014 dengan memproduksi Rendang Jamur Tiram (RJT) sebagai produk perdana pada tanggal 8 November 2014.
Apa challenge saat mulai mendirikan bisnis ini?
Tidak ada tantangan yang berarti:
Modal: Tabungan hasil kerja 30 tahun sebagai pegawai.
Ilmu manajemen: Hasil pelatihan di 8 korporasi asing selama 30 tahun
Ilmu produksi: Memasak rendang, dendeng, gepuk sudah biasa di rumah
Tempat produksi: Dapur di rumah sendiri
Pelanggan: Teman-teman banker dan pembeli lokapasar (marketplace)
Finansial: investasi awal, income, profit, pembiyaan, BEP
Investasi awal: Tidak besar karena gunakan dapur rumah sendiri
Investasi lanjutan: Sekitar Rp200 juta untuk mengubah garasi 50 m2 menjadi tempat produksi sesuai ketentuan sertifikasi BPOM RI MD dan Halal BPJPH.
Pembiayaan: 100% tabungan pada tahun pertama dan hasil penjualan sejak tahun kedua.
Bagaimana perkembangan bisnis sejauh ini?
Memulai pada tahun 2014, menyiapkan peningkatan bisnis (business upscale) pada tahun 2020 tapi terhambat oleh pandemi COVID-19 sejak 2021.
Tantangan tersulit yang pernah dihadapi saat menjalankan bisnis?
Masa pandemi COVID-19 kurun waktu 2021—2022: Kegiatan perjalanan Pelanggan berhenti dan tidak membeli Kai Food sebagai bekal.
Masa pascapandemi 2023—sekarang: Daya beli Pelanggan jauh menurun, kebutuhan membeli Kai Food sebagai bekal perjalanan, oleh-oleh, hadiah sudah jauh berkurang.
Key Success Factor (KSF)
Saat memulai: Banyak belajar, menganalisa, fokus, konsisten, visi jangka panjang
Saat bertahan: Product Value Proposition dengan keunikan yang jelas membedakan dengan produk pesaing.
Saat berkembang: Masuk ke segmen konsumen yang belum dipenuhi kebutuhannya.
Nasihat atau rekomendasi untuk pensiunan yang akan memulai bisnis?
Membuat visi jangka panjang sebagai bisnis berkelanjutan (sustainable business).
Penerimaan (acceptance) meninggalkan segala atribut dan gaya hidup ketika menjadi pegawai (ekskutif) dengan gaji tetap (tinggi) menjadi pelaku bisnis sebagai karir baru dengan penghasilan tidak menentu dan lebih rendah sebelum benar-benar berhasil mencapai skala besar dan mapan.
Fokus, tekun, sabar.
Kesimpulannya?
Ilmu dan pengalaman yang sudah dibangun 30 tahun atau lebih sebaiknya dimanfaatkan untuk memulai karier baru sebagai pebisnis, ditulis sebagai buku seperti buku KAI FOOD: Membangun Bisnis dari Nol yang saya tulis sedikit demi sedikit setiap hari selama 8 bulan sambil memproduksi dan memasarkan Kai Food.
Ilmu dan pengalaman ini sangat disayangkan kalau dibiarkan tidak memberikan mafaat kepada orang lain dan tidak memberikan manfaat kepada diri sendiri sebagai “ilmu yang bermanfaat” bekal memasuki alam kubur.
Bisnis yang dibangun mampu menciptakan lapangan pekerjaan, penghasilan dan warisan (legasi) berharga bagi keluarga. (*)
Bio Data
Nama: RAIMY SOFYAN
Usia: 65 tahun
Karier:
Pegawai 8 korporasi asing 30 tahun (1994—2013)
Pebisnis 10 tahun (2014—sekarang)
2014—sekarang Pemilik Usaha Kai Food, Bandung
2013 Pemilik Usaha Peternakan Kai Amanah, Bandung
2012 SAUDI HOLLANDI BANK (SHB), Riyadh, Saudi Arabia
2005—2012 THE NATIONAL COMMERCIAL BANK (NCB), Jeddah, Saudi Arabia
2001—2005 GENERAL ELECTRIC CONSUMER FINANCE (GECF), Jakarta
2000 DUNAMIS ORGANIZATION SERVICES (FRANKLINCOVEY LEADERSHIP DEVELOPMENT CENTER), Jakarta
1991—1999 CITIBANK, N.A., Jakarta
1988—1991 PT AVON INDONESIA, Jakarta
1987—1988 PT INFODATA INDONESIA, Jakarta
1984—1986 PT McDERMOTT INDONESIA, Batam












