Wawancara Nanang Irsan Ismail, Pimpinan Tim Kampoeng Tjibarani-Tarawangsa ke NYIFW: Syiar Seni-Budaya Sunda ke Penjuru Dunia (2)

oleh
Rian Suherman, seniman Tarawangsa.

Maka para seniman pun berkelanan dari satu pertunjukan ke pertunjukan lain. Bukan hanya untuk bermusik, tapi menyebarkan roh Tarawangsa, terutama kaum muda. Bahkan, kini mereka melakukan syiar Tarawangsa hingga Amerika. “Kami berharap seni ini banyak diminati juga oleh kaum muda,” kata Rian. Seni Tarawangsa ini ternyata mampu menggugah jiwa dan pikiran kasundaan sebagai suatu bangsa yang unggul.

Perjuangan kedua orang ini untuk mensyiarkan Tarawangsa beserta maknanya lebih intens sebab globalisasi semakin membuat bangsa Indonesia tenggelam sebagai pengguna produk bangsa lain. Di bidang teknologi, ekonomi dan juga industri bangsa kita memang sudah tertinggal jauh. Bangsa di bumi Nusantara ini hanya kebagian peran sebagai penonton dari pertarungan para raksasa teknologi dan ekonomi dunia.

Namun bangsa Indonesia masih punya keunggulan. Apa itu? Ya, itulah kekayaan alam dan seni budaya kita sendiri. Bahkan, banyak negara lain ingin mengambil seni-budaya Indonesia.

“Jangan sampai kita kasilih ku junti,”tegas Rian. Seni tradisional kita sesungguhnya banyak diminati oleh bangsa lain, bahkan ada pula seniman asing yang mendalami seni tradisonal kita. Jangan sampai seni budaya kita diklaim bangsa lain. “Nanti yang disawér dolar jadinya bukan kita,” ujar Rian, sambil tertawa.

Mengutip destinasianews.com, dari bentuk instrumennya saja, Tarawangsa mengingatkan kita akan keunggulan Sunda sebagai suatu bangsa. Rebab, misalnya, alat musik gesek ini memiliki dua dawai baja melambangkan bahwa kita harus selalu mengingat adanya Sang Pencipta dan yang diciptakannya. Panjang dawainya berbeda, ada yang pendek dan yang lebih panjang, mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini memang sebentar, tapi kehidupan di akhirat adalah keabadian. Selain melambangkan waktu di dunia ini ada siang ada malam.

Makanya amalan baik apa yang bisa kita lakukan selama dalam kehidupan dunia yang pendek ini? Ruang suara rebab berbentuk kotak (Sunda, pasagi) dan terdapat lubang resosansi. Bentukan ini yang menimbulkan warna suara rebab yang bulat. Bentuk ini pun melambangkan bahwa bangsa Sunda harus bisa hidup masagi, serba bisa miindung ka waktu mibapa ka jamqan. Kesemua itu dibarengi tekad bulat dalam mengamalkan live skill yang dimilikinya demi keunggulan bangsa. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.