Zainal Abidin: Menag Buktikan Bargaining Position Indonesia Sangat Strategis di Mata Arab Saudi

oleh

Hikmah

Sejak awal, kata Bajuri, Arab Saudi juga terkesan gamang dan ragu untuk membuat keputusan, apakah haji tahun 1442/2021 ini dibuka untuk internasional ataukah hanya untuk lokal (warga Arab Saudi). Hal ini berbeda dengan tahun 2020 lalu, Arab Saudi secara tegas mengumumkan bahwa haji hanya untuk warganya dan ekspatriat.

“Itu menunjukkan bahwa Arab Saudi benar-benar menunggu perkembangan pandemi covid-19 dan menanti respons negara-negara dari seluruh dunia, terutama pengirim jemaah terbesar yaitu Indonesia,” ujarnya seraya menyebutkan pengirim jemaah berikutnya adalah Pakistan, India dan Bangladesh.

Bersyukurlah Arab Saudi mendapatkan pernyataan menarik dari Indonesia bahwa keberangkatan haji dibatalkan.

“Dengan KMA 660 itu, Arab Saudi makin yakin dan bisa dengan mudah memutuskan menolak jemaah dari negara tetangganya di Timteng, sekaligus membatasi haji hanya untuk warganya,” tegas Bajuri.

Bajuri sepakat dengan Menag bahwa peristiwa ini harus bisa diambil hikmahnya.

“Banyak hikmah pelajaran yang bisa diambil. Hikmah terbesarnya adalah bahwa haji itu merupakan takdir Allah. Calon tamu Allah harus sabar dan ikhlas. Tetap berpikir positif (husnudhon), jangan mudah terpengaruh berita-berita hoax. Takdir Allah pasti yang terbaik,” tandas Bajuri. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.