Oleh karenanya, kata dia, tahun depan RI jangan mengambil posisi prematur, dalam menetapkan kebijakan ada tidaknya haji 1443 H.
“Karena sesungguhnya RI sangat diperhitungkan sebagai acuan, bahwa besaran jemaah haji Indonesia terbesar dan terbaik adalah sebagai bargaining position yang sangat strategis yang dimiliki RI. Wallahu alam,” katanya.
Di sisi lain, kata Zainal Abidin, RI juga harus serius tegakkan disiplin protokol kesehatan disemua area dan semua lini tanpa pandang bulu.
Jadi Alarm
Sebelumnya Ketua Forum Pengusaha Travel Umrah dan Haji (FK Patuh) Jawa Timur, H. Ahmad Bajuri juga mengatakan, bahwa keputusan Arab Saudi tersebut sebagai keputusan penting dan alarm bagi umat Islam sedunia agar lebih perhatian terhadap penanganan dan perkembangan wabah covid-19.
“Ini bukti nyata, bahwa Arab Saudi sebagai pusat para ulama, cendekiawan muslim dan pusat ibadah umat Islam sedunia justru sangat memperhatikan kesehatan dan sangat mengedepankan keselamatan jemaah,” tandas Bajuri yang juga direktur PT Bakkah tour dan travel haji-umrah, seperti dikutip dari posmonews.com.











