Tidak Ada Calon Pembeli, Khusus untuk Jurnalis
Hal menarik lain dari New York Fashion Week di masa lalu adalah tamu undangan khusus pers. Karena memiliki tujuan publikasi, maka hanya jurnalis saja yang berhak mendapatkan kursi di acara fashion show.
Sedangkan para buyer atau calon pembeli hanya bisa melihat koleksi yang ditampilkan setelah membuat janji untuk melihat showroom setelah pagelaran selesai. Tidak seperti saat ini yang serba mudah berkat adanya kamera, jurnalis yang hadir membawa alat tulis dan catatan untuk meliput acara.
Perubahan Venue Outdoor karena Musibah
Setelah diselenggarakan di beberapa venue, seperti nightclub, apartemen, restoran, dan galeri yang ditentukan rumah mode, permasalahan masih kerap terjadi. Pada awal 1990-an, kegiatan fashion week semakin kisruh karena mengharuskan tamu undangan berpindah tempat.
Bahkan, pada fashion show Michael Kors tahun 1991, sebagian langit-langit di venue runtuh dan membahayakan para jurnalis yang datang. Kejadian itu pun menjadi titik balik pemilihan venue yang kemudian dipindahkan ke tenda di Bryant Park, New York. Pada tahun 2010, venue dipindahkan ke Lincoln Center karena tidak dapat menampung jumlah hadirin yang mencapai 232.000 orang.
Sempat Ditiadakan Gegara 9/11 Tahun 2001
Kejadian mengenaskan serangan teroris 9/11 menjadi sejarah yang tidak akan terlupakan. Memakan banyak korban jiwa, pekan mode New York pun ikut terimbas karenanya. Untuk pertama kali sejak New York Fashion Week diselenggarakan tahun 1943, tahun 2001 merupakan tahun dimana NYFW ditiadakan. Namun, di tahun berikutnya NYFW kembali digelar lagi. (*)











