Tur Lewat Guam
Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di Guam. Pulau kecil dengan luas 550 kilometer persegi tersebut masuk dalam wilayah Amerika Serikat namun tidak terhubung secara langsung. Guam terletak di sebelah timur Filipina dan sebelah tenggara China, semenanjung Korea dan Jepang.
September lalu, Guam sempat menjadi titik penularan virus corona di Amerika. Namun akhir Juni lalu, wilayah tersebut meluncurkan program pariwisata vaksin “AirV&V” untuk mendorong warga setempat dan warga Amerika yang tinggal di Asia Timur untuk divaksinasi.
Menurut Pusat Pengunjung Guam, pelaku perjalanan yang memiliki izin diperbolehkan menerima suntikan vaksin sehari setelah kedatangan dan bebas berwisata di dalam negeri setelahnya. Pelaku perjalanan harus membayar biaya karantina di hotel selama kurang lebih seminggu.
Mereka boleh memilih antara Pfizer, Moderna, atau vaksin Johnson & Johnson dan bisa menetap di pulau itu minimal tiga hari, atau sampai sebulan. Kelompok pertama berisi tiga orang yang tiba di negara tersebut dengan pesawat charter adalah dari Taiwan pada tanggal 23 Juni. Sejak itu, ratusan warga Taiwan ikut berlibur sekaligus divaksinasi di Guam.
Lion Travel, salah satu agen perjalanan terbesar di Taiwan, mengatakan, sudah menjual 439 kursi dari empat paket perjalanan ke Guam tanggal 6 Juli. Paket tersebut termasuk penerbangan dan hotel, dengan harga paling murah sebesar A$2,040 atau sekitar Rp22 juta, tidak termasuk tes COVID.
Selebriti Thailand juga ikut tur vaksin di luar negeri. Hal serupa juga terjadi di Thailand yang sedang menangani gelombang ketiga COVID, dengan munculnya 3.000 kasus baru setiap harinya. Orang kaya di sana, termasuk para selebriti, pergi ke luar negeri untuk divaksinasi COVID.
Beberapa warga Thailand tidak mau menunggu giliran divaksinasi di pusat vaksinasi yang ada di stasiun kereta, pusat perbelanjaan, stadion olahraga dan bandara, yang menurut mereka membingungkan dan rumit. Beberapa lainnya tidak percaya pada vaksin yang digunakan.
Sama dengan di Indonesia. Maret lalu, Thailand mulai melakukan vaksinasi dengan Sinovac untuk petugas kesehatan dan warga rentan. Vaksin tersebut terus digunakan sampai awal Juni, hingga akhirnya beralih ke AstraZeneca yang diproduksi oleh perusahaan milik Raja Thailand.
Sejauh ini, sekitar delapan juta warga Thailand telah divaksinasi dengan dosis pertama, kurang lebih 10 persen dari total populasinya. Hampir lima persen dari total warga sudah menerima dosis kedua. Paket tur vaksin dijual dengan harga hingga A$8,300 (Rp89 juta), meliputi kunjungan ke tempat wisata juga farmasi yang menawarkan vaksinasi.
Prioritaskan Nakes
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjawab isu terkait vaksin Moderna yang diincar pejabat dan warga kalangan menengah atas. Budi memastikan vaksin Moderna diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.
Hal itu disampaikan Budi di acara ‘CNN Indonesia Newsroom’, Senin (19/7/2021). Budi menjawab pertanyaan tentang kabar pejabat dan warga kelas menengah atas mengincar vaksin Moderna karena efikasinya dianggap jauh lebih baik dibanding Sinovac.
“Itu sebabnya kenapa kita kasih ke nakes duluan, karena kita tahu vaksinnya efikasinya bagus, dan kita juga tahu nakes adalah prioritas, karena mereka tiap hari ketemu virus level tinggi, dan kemarin juga banyak yang kena walaupun saya bersyukur tidak sampai parah atau sampai masuk RS sebagian besar,” ujar Budi.
Budi mengatakan saat ini sebagian vaksin Moderna sudah mulai disuntikkan ke nakes. Salah satunya di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Budi tidak menjelaskan secara tegas benar atau tidaknya kabar tersebut. Namun, Budi berharap semua pihak mengerti bahwa vaksin Moderna diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan warga yang belum divaksinasi.
“Dan saya berharap, saya tahu semua orang ingin juga mendapat suntikan 3, di sini saya ngomong, masih banyak rekan-rekan kita yang belum dapat (vaksin COVID-19), kita suntik 56 juta, tapi baru 40 juta orang, masih ada lagi 140 juta yang belum dapat, yuk kita memberikan empati yang baik dan memberikan kesempatan mereka duluan,” tegas Budi.
“Tapi banyak pejabat dan juga warga kelas menengah atas yang telepon bapak untuk minta Moderna?” tanya presenter ‘CNN Indonesia Newsroom’, Rivana Pratiwi. “Ya kita mengajak mereka mudah-mudahan mau memberikan kesempatan untuk yang belum dapat vaksin pertama,” timpal Budi. (det/cnni/abci)










