Manajemen Modern BMT NU
Pada kesempatan itu, Bupati Nganjuk H Marhaen Djumadi mengatakan, ide pendirian BMT Nganjuk sudah berjalan tiga tahu lalu. Lalu diwujudkan bersama para kiai di jajaran PCNU Nganjuk yang menginisiasi pendirian BMT NU Nganjuk.
“Alhamdulillah, hari ini sudah bisa dilaunching. Kita pernah belajar dari keberhasilan BMT yang dikelola MWC Gapura di Sumenep. Kita beralih di Jombang sebagai pilot project, untuk pendirian BMT di Jatim,” tutur Marhaen Djumadi, yang juga A’wan PWNU Jatim.
Marhaen Djumadi juga mengingatkan, pengelolaan BMT NU menghadirkan orang-orang profesional. Sehingga, BMT berjalan sesuai kaidah untuk terus berkembang dan menghasilkan keuntungan bersama.
“Tidak boleh pakai manajemen paternalistik. Karena menyangkut jasa keuangan. Salah sedikit, baik dari manajemen secara keseluruhan atau orang per orang, kinerja individu akan berpengaruh pada keberadaan BMT,” tuturnya.
“Demikian pula kinerja kelompok akan berpengaruh pada kinerja organisasi secara global. Sistem harus jalan, semua melalui sistem. Laporan setiap saat, tidak boleh menunda. Setiap hari harus dituntaskan laporan nya, sebagai penerapan manajemen modern,” tuturnya. (red)














