HONGKONG|DutaIndonesia.com – Sama dengan Indonesia, Hongkong juga mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang memecahkan rekor pada hari Selasa 8 Februari 2022. Kepala Eksekutif Carrie Lam Cheng Yuet-ngor mengumumkan bahwa pembatasan aktivitas masyarakat kembali ditingkatkan. Pertemuan publik hanya bisa dihadiri dua orang saja pada satu waktu. Namun, batasan pertemuan publik tidak akan berlaku untuk keluarga dengan lebih dari dua anggota.
Hongkong memberlakukan aturan jarak sosial terberat saat beban kasus Covid-19 mencapai rekor tertinggi. Otoritas kesehatan Hongkong mengkonfirmasi 625 infeksi baru pada hari Selasa kemarin. Hal ini memecahkan rekor harian untuk hari ketiga berturut-turut. Selain itu juga dilaporkan sekitar 500 kasus positif awal.
“Saya harap kita semua menyadari bahwa sudah waktunya bagi Hongkong untuk mengambil beberapa tindakan keras,” kata Lam. “Dan setiap tindakan yang sekarang kami perkenalkan telah dilakukan di yurisdiksi lain, termasuk beberapa tempat dan negara yang sangat bangga dengan hak asasi mereka, demokrasi mereka, dan sebagainya. Mereka melakukan semua hal ini karena ini tentang kehidupan,” katanya lagi.
Pemimpin kota ini menekankan perlunya menempatkan kesehatan masyarakat di atas kebebasan pribadi pada saat krisis. “Kami tidak akan membuatnya sehingga setiap individu di Hongkong tidak bisa hidup. Akan ada pengecualian, akan ada perlakuan welas asih untuk ini dan itu,” ujarnya.
Sekretaris Departemen Kesehatan Thomas Chan Chung-ching mengatakan petugas tidak “secara proaktif” menegakkan hukum dengan pemeriksaan dari pintu ke pintu.
Namun, jika pasien Covid-19 kemudian ditemukan melanggar aturan tersebut selama penyelidikan pelacakan kontak, mereka dapat dituntut. Dia mengingatkan lebih dari setengah dari ratusan infeksi baru yang dikonfirmasi pada hari Selasa melibatkan orang-orang yang hadir dalam berbagai pertemuan besar.
“Analisis awal telah menunjukkan bahwa setidaknya 19 kelompok besar tercatat, dengan masing-masing melibatkan setidaknya 10 orang,” kata Dr Chuang Shuk-kwan, kepala cabang penyakit menular dari Pusat Perlindungan Kesehatan. Chuang mengatakan beberapa dari mereka yang telah terinfeksi selama pertemuan keluarga dan teman telah menyebarkan virus corona lebih jauh di gedung tempat tinggal atau tempat kerja mereka.
Para pekerja migran Indonesia (PMI) melalui MigranPos juga mengumumkan kebijakan Pemerintah tersebut agar para PMI lebih berhati-hati. Sejumlah hal penting harus diperhatikan dari kebijakan tersebut agar PMI tidak menghadapi masalah hukum.
“Kami juga mengingatkan para PMI, khususnya yang menjadi anggota Muslimat NU Hongkong-Macau, agar lebih berhati-hati lagi,” kata Ketua PCI Muslimat NU Hongkong-Macau, Hj Siti Fatimah Angelia, Rabu 9 Februari 2022 pagi.














