Sangat Sepi
Melihat kondisi yang semakin gawat, aparat keamanan pun semakin ketat dan tegas mengawasi warga. Termasuk para pekerja asing, seperti pekerja migran Indonesia (PMI). Aparat keamanan menangkap atau memberlakukan denda bagi yang melanggar aturan.
“Sekarang Hongkong sangat sepi. Aparat berpatroli rutin dan yang melanggar aturan pasti ditangkap atau didenda,” kata Ketua PCI Muslimat Nahdlatul Ulama (PCI MNU) Hongkong – Macau, Hj Siti Fatimah Angelia, kepada DutaIndonesia.com Senin 14 Januari 2022.
Hajah Fatimah mengirim kabar dari beritaindonesia.hk, isinya sebanyak 17 pekerja rumah tangga asing (PRTA) kena denda, 7 orang ditangkap karena berjualan. Hal itu terkait peraturan baru yang lebih ketat sudah ditegakkan oleh pemerintah Hongkong.
Minggu (13/2/2022) petugas polisi telah mengeluarkan 11 peringatan lisan dan mengeluarkan pemberitahuan hukuman tetap kepada 17 orang selama operasi gabungan di berbagai tempat populer yang menjadi tempat PRTA berkumpul.
Bersamaan dengan itu Pemerintah kembali mengimbau dengan keras kepada semua sektor termasuk Pembantu Rumah Tangga Asing [PRTA] untuk bersama-sama melawan virus yang sedang melanda Hongkong.
Pelaksanaan patroli kepatuhan terhadap undang – undang pengendalian pandemi di Hongkong ini telah digerakkan oleh Departemen Kebersihan Makanan dan Lingkungan (FEHD) bersama dengan beberapa departemen pemerintah sejak tanggal 12 Februari lalu.
FEHD juga bekerja sama dengan Kepolisian Hongkong, Departemen Tenaga Kerja (LD), Kantor Distrik terkait dan Departemen Layanan Budaya dan Kenyamanan (LCSD) dalam melakukan operasi patuh aturan pandemi.
Tempat – tempat umum di Tengah dan Barat Kota, seperti Wan Chai, Yau Distrik Tsim, Mong Kok, Sham Shui Po, Shatin, Sai Kung dan Tsuen Wan yang jadi tempat berkumpulnya PRTA diawasi ketat selama akhir pekan dan hari libur.
Selama operasi hari ini, petugas FEHD juga menangkap seorang asing yang menjajakan makanan di tempat-tempat umum di sekitar Connaught Road Central dan kereta bawah tanah dekat Chater Road di Central, serta di sekitar Sugar Street dan Victoria Park.
Bersamaan penangkapan tersebut petugas menyita tujuh barang yang ditinggalkan, termasuk makanan yang dimasak seberat sekitar 48 kilogram.
Selebaran anti-epidemi juga dibagikan di sekitar Statue Square, zona pejalan kaki di Chater Street, Balai Kota Hongkong dan Tamar Park di Central, dan siaran seluler dalam berbagai bahasa. (gas)













