Dukungan Pemkab
Vanny mengatakan, dia senang melihat perajin Dusun Congkak, Desa Toket, sedang membatik seperti dalam video ini. “Sangat senang melihat mereka membatik melalui video video yang dikirim ke saya,” ujarnya.
Selain dari Pamekasan, Vanny sudah membeli karya perajin dari Kalimantan berupa kalung kalung dan tas yang juga cukup digemari di Amerika. Ada juga perajian dari Candi Sidoarjo yang menghubunginya.
“Untuk Sidoarjo belum. Yang Kalimantan dalam satu bulan saya sudah 3 kali ambil dari perajin di sana, yang mana sudah dengan saya sejak tahun 2014,” katanya.
Karena itu Vanny berharap bisa bermitra dengan perajin Pamekasan. Sebab dia menilai karyanya bagus.
“Perajin di Toket membuat corak corak yang saya rasa bisa mudah dipasarkan di Amerika. Sehingga saya pun order beberapa dari dia, dan sekarang sudah dibuatkan rok dan baju untuk saya coba pasarkan di New York sini,” ujarnya.
Dia mengatakan, perkenalannya dengan perajin Pamekasan terjadi lewat media sosial. Perajin Toket itu belum tahu kalau posisi Vanny saat ini berada di New York Amerika.
“Saya lihat waktu dia add saya , tapi dia ngga tahu saya di NY (New York), waktu saya message ke Ibu Eriyna ini, lalu saya bilang penjahit saya order untuk saya dari Cirebon. Dia kaget saat saya bilang bahwa saya di NY. Terus dia kirim video video yang mana saat itu mereka sedang membatik padahal sudah jam 10 malam. Dia senang sekali yang mana saya bilang bahwa saya mau share videonya di sini. Dia hanya mengharapkan suatu saat dia bisa ikut juga ke NY. Ikut event New York Indonesia Fashion Week,” katanya.
Untuk itu, kata Vanny, memang perlu sponsor atau bantuan dari Pemda agar UMKM batik di banyak daerah di Indonesia bisa menjajal pasar luar negeri. “Saya siap membantu, termasuk UMKM dari Pamekasan, tentu dengan melalui kurasi dari tim kami dulu,” kata Vanny. (gas)
LIHAT JUGA VIDEO NEW YORK INDONESIA FASHION WEEK DI BAWAH INI:














