FK UNAIR INISIASI KAMPUNG BUGAR DESA KARANGSARI: Gerakkan Desa Lawan Penyakit Metabolik

oleh
Unair bekerjasama dengan Desa Karangsari memberdayakan masyarakat Desa Karangsari dalam pencegahan penyakit metabolik.
Unair bekerjasama dengan Desa Karangsari memberdayakan masyarakat Desa Karangsari dalam pencegahan penyakit metabolik.

 

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menginisiasi Kampung Bugar di Desa Karangsari, Lumajang. Tujuannya mendorong masyarakat aktif berolahraga dan menerapkan gizi seimbang sejak dini.

 

UPAYA pencegahan penyakit tidak menular terus digencarkan melalui pendekatan berbasis masyarakat. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembentukan Kampung Bugar sebagai Upaya Preventif Penyakit Metabolik melalui Peningkatan Aktivitas Fisik dan Gizi Seimbang di Desa Karangsari, Sukodono, Lumajang”.

Kegiatan ini menjadi langkah awal Universitas Airlangga (Unair) yang mengirimkan dosen dan mahasiswa, serta alumni, dalam membina Desa Karangsari sebagai desa mitra, sekaligus menandai dimulainya program berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan perdana yang dilaksanakan pada 14 Februari 2026 ini dihadiri sekitar 50 peserta, yang sebagian besar merupakan kader desa. Kehadiran para kader diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat, sehingga pesan-pesan kesehatan tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat diteruskan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, kadar glukosa darah, serta kadar asam urat. Pemeriksaan ini bertujuan memberikan gambaran awal kondisi kesehatan peserta, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit metabolik seperti diabetes melitus dan penyakit jantung.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan yang diisi oleh sambutan Ketua Tim Pengmas, Prof. Dr. Lilik Herawati, dr., M.Kes, AIFO, dilanjutkan Ketua PKK yang diwakili ibu sekretaris PKK Desa Karasari, Ibu Lilis, dan Kepala Desa Karangsari, yang diwakili Ketua BPD, Bapak Fajar.

Dalam sambutannya, Prof. Lilik menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri melalui perubahan gaya hidup.

Sementara itu, Bapak Fajar dan Ibu Lilis menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai desa binaan, serta harapan agar program ini dapat membawa dampak nyata bagi kesehatan warganya.

Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pelatihan praktis mengenai cara mengukur denyut nadi sebagai indikator sederhana untuk memantau intensitas aktivitas fisik. Pengetahuan ini penting agar masyarakat dapat berolahraga secara aman dan efektif sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Kegiatan dilanjutkan dengan Senam Gerak Bahagai bersama yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun pola hidup aktif.

Senam Gerak Bahagia dapat juga diikuti melalui channel YouTube di bawah ini sehingga sehingga peserta dapat mengulangi olahraga sendiri:

YouTube player

Selain aktivitas fisik, aspek gizi juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya pola makan gizi seimbang yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan potensi lokal. Hal ini karena Desa Karangsari juga merupakan daerah yang subur dengan berbagai kebun yang mendukung tercapainya gizi lengkap dan seimbang.

Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demonstrasi memasak menu sehat yang praktis dan terjangkau, sehingga masyarakat dapat langsung mempraktikkannya di rumah.

Diskusi interaktif menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, di mana peserta dapat bertanya langsung kepada narasumber terkait berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari cara mengatur pola makan hingga tips menjaga konsistensi berolahraga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat dapat meningkat, tidak hanya pada tataran pengetahuan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.

Bersama FK Unair, pembentukan Kampung Bugar di Desa Karangsari diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular, khususnya penyakit metabolik yang prevalensinya terus meningkat.

Ke depan, program ini direncanakan akan berlanjut dengan berbagai kegiatan pendampingan, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan edukasi sesaat, tetapi juga dukungan berkelanjutan dalam menerapkan gaya hidup sehat.

Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, Kampung Bugar Karangsari Lumajang diharapkan dapat menjadi langkah nyata menuju masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berkualitas. (*)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.