Gempa dan Tsunami Besar Ancam Pesisir Selatan Jatim (2): Tiru Dongeng Semong di Simeuleu Aceh

oleh

Tanda Air Laut Surut

Contoh keberhasilan komunitas yang dikembangkan masyarakat Pulau Simeulue Aceh, yang aktif dan selalu belajar dari kejadian gempa dan tsunami yang pernah terjadi dan mengembangkan sistem deteksi dini dengan teriakan “smong” yang berarti air laut surut. Tanda itu menunjukkan bahwa semua orang harus segera lari menuju ke bukit. 

Istilah ini selalu disosialisasikan dengan cara menjadi dongeng legenda oleh tokoh masyarakat setempat secara turun temurun sehingga istilah ini jadi melekat dan membudaya di hati setiap penduduk Pulau Simeuleu. 

Istilah semong ini dikembangkan sejak tahun 1900 dan istilah ini pula yang menyelamatkan hampir seluruh rakyat Pulau Simeulue dari amukan bencana tsunami 26 Desember 2004. Padahal secara geografis letaknya sangat dekat dengan pusat gempa, terangnya. 

Mengingat wilayah Jatim dan Indonesia pada umumnya yang berpotensi mengalami gempa– karena Kepulauan Indonesia terletak di jalur pertemuan antara Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik–, dalam jangka panjang bisa lewat pendidikan untuk mengenalkan dan memahamkan anak-anak tentang bermacam bencana dan apa yang mesti dikerjakan agar bisa selamat. 

Agar mereka juga bisa menyelamatkan banyak orang seperti yang dilakukan Tilly Smith. Tilly, anak perempuan berumur 10 tahun,  telah menyelamatkan nyawa banyak orang saat terjadi tsunami 26 Desember tahun 2004, kata Amien. 

Tilly mendapatkan pelajaran tsunami dari guru geografinya 2 minggu sebelum terjadinya tsunami. Tilly Smith berasal dari Desa Oxshott Surrey Inggris dan berlibur dengan keluarganya di Pantai Maikhao  Phuket, Thailand.  Saat terjadi gempa dan air laut surut cepat, dia mengajak keluarganya menjauh dari pantai sebab ada tanda-tanda bakal terjadi tsunami. 

Orangtua Tilly lalu mengingatkan para pelancong lainnya untuk evakuasi secepatnya dari pantai dan hotel. Saat tsunami menerjang, hampir tidak ada yang terluka, semuanya selamat. “Itu bisa ditiru di sini,” katanya. (Bersambung)

No More Posts Available.

No more pages to load.