Sikap 27 PWNU
Sebagai sesama pengurus PBNU, Habib Salim berharap semua pihak tetap tenang. Dia meminta tidak ada pihak yang terseret pada provokasi-provokasi yang tidak semestinya.
“Kita semua keluarga besar NU harus tetap memberikan dukungan untuk menciptakan suasana yang teduh. Jangan mudah terjebak pada propaganda negatif macam begini,” ujar Habib Salim.
Habib Salim menjelaskan situasi kantor PBNU adem ayem seperti biasa. Sejumlah kegiatan lembaga dan badan juga berjalan tanpa kendala. “Saya memang tidak terlalu sering ke kantor PBNU. Tapi insyaallah masih aktif mengikuti perkembangan di PBNU. Maaf-maaf ya, Gus Ipul itu Ketua PBNU yang hanya aktif pada saat ada momentum politik, muktamar atau pemilu. Beliau di grup WA saja tidak pernah nongol. Mana tahu kondisi PBNU dan perkembangan tentang SK-SK PWNU dan PCNU,” tuturnya.
Gus Ipul merespons balik pernyataan Habib Salim. Gus Ipul menegaskan hanya mengungkap fakta mengenai situasi PBNU. “Saya tidak provokatif, saya menggungkapkan fakta, itu aja. Itu hasil pertemuan dengan teman-teman wilayah, saya mengungkapkan fakta saja,” kata Gus Ipul saat ditemui di Pasuruan, kemarin.
Dia mempersilakan pernyataannya terkait fakta-fakta yang ada di PBNU dibantah, jika memang tidak benar. “Kalau tidak benar ya dibantah saja faktanya,” lanjut dia.
Gus Ipul menyebut banyak permasalahan yang membuat PBNU tidak kondusif. “Sekali lagi, kondisi di PBNU saat ini sudah tidak kondusif. Ada masalah politik dan administrasi yang mengganggu konsolidasi organisasi, seperti banyak SK mati yang tiba-tiba hidup sendiri tanpa ada tanda tangan Rois Aam. Ini masalah yang serius,” ujar Gus Ipul.
Dia juga menegaskan sebanyak 27 PWNU di Indonesia mendukung keinginan Rais ‘Am PBNU KH Miftachul Akhyar agar Muktamar NU dipercepat. “Ada 27 pengurus wilayah, 25 merupakan Ketua Tanfidziyah PWNU dan 2 Rais Syuriah PWNU semalam bertemu dan mendukung keinginan Rais ‘Am agar Muktamar dipercepat,” kata Gus Ipul.
Sebelumnya, Rais ‘Am PBNU KH Miftachul Akhyar memerintahkan PBNU untuk mempercepat Muktamar, karena kondisi di Bulan Januari 2022 belum tentu akan lebih baik dibandingkan Desember 2021. Menurut Gus Ipul, sebagai pimpinan tertinggi maka keinginan Rais ‘Am ini adalah sebuah perintah yang harus dilakukan PBNU. Sebanyak 27 PWNU yang mendukung percepatan Muktamar NU di antaranya adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Aceh, Sumut, Sumsel, Sumbar, Bengkulu, Lampung, Kaltim, Kalteng, Kalsel dan Kalbar.
Selain itu juga Bali, NTT, NTB, Sulsel, Sulbar, Sulteng, Sultra, Gorontalo, Sulut, Maluku, Maluku Utara serta Papua Barat. Dukungan untuk percepatan Muktamar kali ini dilakukan usai 27 PWNU bertemu di Jakarta pada Sabtu (21/11) malam lalu. (gas/det)














