Hari Ini PBNU Gelar Konbes, PCINU Ketuk Langit untuk Jaga Persatuan

oleh

SURABAYA|DutaIndonesia.com – Silang sengkarut di antara petinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyangkut kepastian tanggal pelaksanaan Muktamar ke-34 membuat warga NU sangat prihatin. Termasuk warga NU yang tinggal di sejumlah negara.

Untuk itu PCI NU di sejumlah negara (NU Internasional) selain aktif ikut menawarkan jalan tengah win-win solution melalui Muktamar Daring, mereka juga menggelar acara doa bersama dan istighotsah warga NU Internasional dengan tajuk “Mengetuk Langit untuk Menjaga Persatuan NU” yang dilakukan secara daring Senin (6/12/2021) malam.

Warga Nahdlatul Ulama terlihat sedih dengan terjadinya polemik berkepanjangan soal tanggal pelaksanaan Muktamar ke-34 NU ini. Suhu semakin memanas menjelang Muktamar yang semula dijadwalkan digelar di Provinsi Lampung 24-25 Desember 2021 depan.

Namun karena Pemerintah menerapkan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia terkait Natal dan Tahun Baru, Muktamar pun terpaksa harus digeser. Sejumlah petinggi NU mengusulkan diundur sampai akhir Januari 2022, tapi petinggi NU lain meminta dimajukan tanggal 17 Desember 2021. Semua pihak mengusulkan tanggal Muktamar dengan argumen masing-masing.

Yang menarik, dua usulan itu ternyata hulunya adalah kubu-kubuan di antara calon ketua umum PBNU sehingga situasinya menjadi sangat tidak kondusif. Karena itu PCI NU mengusulkan Muktamar ke-34 digelar sesuai jadwal awal hasil Konbes dan Munas Alim Ulama tapi dilakukan secara virtual. Untuk itu NU Internasional sudah menyiapkan konsep yang matang dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT). Namun situasinya masih tetap memanas sehingga PCI NU pun “mengetuk langit” agar NU tidak terbelah.

Usai mengikuti acara istighotsah dan doa bersama, Rais Syuriah PCI NU Belanda, KH Nur Hasyim Subadi, mengatakan kepada DutaIndonesia.com, bahwa pihaknya ingin semua warga NU bersatu. “Kami prihatin dengan keadaan yang ada sekarang ini (yaitu dua belah kubu yang tidak mau mengalah, Red.), dan sangat berharap agar dapat ditemukan satu jalan untuk muktamar bersama tanpa perpecahan,” kata Kiai Nur Hasyim.

Dia juga berdoa agar pertemuan para ulama dan kiai dalam Konferensi Besar PBNU yang disebut untuk menentukan tanggal pelaksanaan Muktamar, Selasa 7 Desember 2021 hari ini, berjalan dengan baik dan lancar. “Semoga pertemuan ini mendapat berkah,” katanya.

Mantan Ketua PCI NU Jepang, Dr H Miftakhul Huda, M.Sc, yang juga Asistant Professor di Nagoya University, Jepang, juga mengaku prihatin dengan kondisi NU sekarang. Dia pun berharap agar para ulama dan kiai bisa menemukan jalan tengah terbaik untuk menyatukan warga NU menjelang Muktamar ke-34. “Alhamdulillah semua berdoa untuk kerukunan, kemaslahatan jamiyyah dan jamaah Nahdlatul Ulama,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar konferensi besar (konbes) di Jakarta, Selasa 7 Desember 2021 hari ini.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengatakan pihaknya menerima puluhan surat dari mayoritas Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang meminta menggelar Konferensi Besar (Konbes) untuk memastikan kapan jadwal pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung.

Sebelumnya, Rais Aam telah menginstruksikan agar Muktamar NU dipercepat pada 17-19 Desember 2021.

“Saya menerima surat-surat usulan dan permintaan Konbes dari sejumlah PWNU, sejauh ini sudah 22 PWNU (dari 32 Total PWNU yang aktif),” kata KH Miftachul Akhyar, Senin (6/12/2021). (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.