SURABAYA| DutaIndonesia.com – Meningkatnya Indeks Masyarakat Digital (IMD) Provinsi Jatim disambut positif sejumlah kalangan. Salah satunya kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebab digitalisasi sangat penting dalam pengembangan UMKM, khususnya kemudahan dalam mengakses pasar global.
Dimas Harris Sean Keefe, diaspora yang juga PhD Student International Trade and Commerce di Pusan National University, Busan, Korea Selatan, yang konsen memberi pelatihan UMKM go global, mengatakan, peningkatan IMD itu sangat berpengaruh pada gairah UMKM.
“Tentu saja index ini mempengaruhi gairah UMKM. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya, digital literasi, kualitas jaringan internet, dan fasilitas lainnya. Saya sendiri sedang meneliti tentang faktor apa saja yang mempengaruhi petani di Indonesia dalam mengadopsi digital dalam praktik bertaninya. Salah satu faktornya itu adalah digital literasi termasuk support dari stakeholder,” katanya kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Rabu (24/1/2024) siang.
Menurut dia, ada tiga hal penting dalam digitalisasi untuk pengembangan UMKM. Pertama, akses pasar akan meningkat. Ini adalah dampak langsung yang dirasakan oleh UMKM jika menerapkan digitalisasi dalam lini usahanya. Bukan hanya secara nasional bahkan pasar international juga bisa diakses oleh pelaku UMKM. Artinya, UMKM bisa lebih mudah, bahkan semakin kencang go global.
Kedua, proses bisnis akan menjadi lebih efisien. Yang tadinya masih mencatat inventori secara manual sehingga memakan waktu lebih banyak dari pada menggunakan platform digital inventori misalnya.
“Waktu yang tadinya digunakan untuk menghitung inventory secara manual bisa digunakan untuk pengembangan bisnis, ide pemasaran, dan lain-lain,” ujarnya.
Ketiga, keputusan berbasis data. Ini jika sudah mulai terbiasa dengan platform digital, data penjualan tren pasar, behavior pelanggan, sangat dimungkinkan dianalisa sehingga pelaku UMKM dapat membuat strategi yang tepat sasar dan efektif hingga berujung kepada pengambilan keputusan bisnis yang tepat.
Empat Pilar Digital
Seperti diketahui, berdasarkan data survei Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Tahun 2023 Kementerian Kominfo, Indeks Masyarakat Digital Provinsi Jatim mencapai 45,59. Indeks Masyarakat Digital Jatim 2023 juga mengalami peningkatan sebesar 6,17 poin jika dibandingkan dengan tahun 2022 yakni sebesar 39,42. Angka tersebut melebihi angka nasional yakni 43,18.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan juga terima kasihnya pada seluruh elemen strategis yang telah berkontribusi dalam meningkatkan iklim digital di Jatim.
“Alhamdulillah, Indeks Masyarakat Digital Jatim tahun 2023 mencapai 45,59, bahkan di atas Indeks masyarakat digital nasional. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergitas dari seluruh stakeholder baik di pemerintahan maupun instansi yang sudah menerapkan sistem digital. Hal ini menjadi upaya kita bersama untuk terus meningkatkan iklim dan ekosistem digital di Jatim yang produktif, kata Khofifah, Selasa 23 Januari 2023.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menyampaikan, IMDI Jatim tersebut terdiri dari 4 pilar pendukung, di antaranya pilar infrastruktur dan ekosistem, pilar keterampilan digital, pilar pemberdayaan dan pilar pekerjaan. Untuk pilar infrastruktur dan ekosistem mencapai 62,90. Untuk pilar keterampilan digital dengan nilai 60,34, pilar pemberdayaan 27,03, dan pekerjaan dengan jumlah nilai 30,17.
“Pilar-pilar yang ada ini menjadi acuan kita dalam mengevaluasi setiap program yang akan kita lakukan khususnya dalam bidang digitalisasi. Karena indeks masyarakat digital ini menjadi tolak ukur pengembangan SDM digital di Jawa Timur,” katanya.
Gubernur Khofifah juga meminta agar peningkatan SDM digital juga perlu digencarkan. Hingga kini, Pemprov Jatim telah memberikan bekal pengetahuan dan kecakapan dalam menggunakan media digital kepada seluruh elemen masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah dengan menyelenggarakan Digital Leadership Academy, Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Workshop Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi pelaku UMKM dan Pengembangan Kompetensi Aspek Digital melalui Millenial Job Center (MJC).
Dari segi peningkatan kapasitas SDM Digital, Pemprov Jatim juga telah melakukan kerjasama dengan Western Sydney University, Kings College London dan Kementerian Kominfo, kata Khofifah.
“Kami juga akan terus mendorong sektor strategis baik pemerintah kabupaten/kota maupun swasta untuk terus mendukung implementasi dalam meningkatkan transformasi digital di Jatim. Karena digitalisasi ini sudah menjadi keniscayaan di mana seluruh dunia juga mengarah ke arah yang sama,” pungkasnya.
Guna meningkatkan Indeks Masyarakat Digital (IMD) 2023 Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur juga gencar menggelar sosialisasi pentingnya digitalisasi. Salah satunya kegiatan Sinergitas Jatim Digital di Eastern Hotel Bojonegoro pada Minggu (12/11/2023) hingga Senin (13/11/2023) lalu. (gas)













