Indonesia Kembangkan Wisata Medis, Pasien Luar Negeri Sudah Banyak ke Surabaya

oleh

70% ke Luar Negeri

Terpisah, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyebut,  dari 70% orang Indonesia yang berobat ke Malaysia dan Singapura, sebagian besar adalah orang dari Surabaya. Menurutnya dokter dan fasilitas kesehatan di Surabaya sebenarnya tak kalah bagus dengan negara tetangga. 

“Ketika kita bisa memberikan pelayanan terbaik, maka tidak mungkin orang itu berobat sendirian. Kita melihat Surabaya bisa memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk wilayah Surabaya, khususnya Indonesia Timur,” kata Eri.

“Kita melihat saat di luar negeri, kalau kita bisa melakukan pelayanan itu maka secara otomatis akan menggerakkan ekonomi kita, pariwisata kita, perhotelan, restoran kita. Menggerakkan semua yang ada di Kota Surabaya. Karena itu kita memberikan pelayanan yang terbaik, namanya medical tourism,” tambahnya.

Eri menyebut, biasanya pasien yang datang untuk berobat akan ditemani oleh beberapa anggota keluarga. Otomatis yang menemani akan tinggal di Surabaya dengan menginap di hotel. Maka dari itu pihaknya bekerja sama dengan PHRI Jatim.

“Kalau di sana bergerak lagi, makan ada restoran, tempat wisata. Sehingga kita rangkaikan menjadi satu bagian. Tapi memang sebenarnya kekuatan utama kita ada di kedokteran dan RS,” ujarnya.Eri lalu menceritakan pengalaman seorang warga yang sempat memilih berobat ke luar negeri. Orang tersebut kemudian mengakui kalau dokter-dokter di Surabaya juga memiliki kemampuan yang sama dengan di luar negeri. 

 “Ketika saya bertemu beberapa orang menyampaikan, ‘Saya tidak bisa didiagnosa di Surabaya, saya ke luar negeri pakai jet pribadi’. Ternyata pas sampai di sana sama diagnosanya seperti di Surabaya. Dia mengatakan ke saya, ‘Pak Wali sebenarnya dokternya hebat wong diagnosanya sama. Cuman saat itu karena percaya di sana pelayanannya lebih baik, sehingga saya ke sana’,” kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.