SURABAYA| DutaIndonesia.com – Dalam Islam, bersumpah — apalagi dengan menyebut nama Tuhan – “Demi Allah” — itu hal yang sangat serius dan tidak boleh dilakukan sembarangan.
“Jadi janganlah kamu dikit-dikit bersumpah, dikit-dikit bersumpah, itu tidak baik. Apalagi menyebut asma Allah yang Maha Agung,” kata Prof. Dr. KH Asep Syaefuddin Chalim MAg, saat memberikan pengajian kitab kuning, di Ponpes Amanatul Ummah, Surabaya, Rabu (13/8/2025).
Allah berfirman yang artinya, “Dan peliharalah sumpah-sumpahmu.”
(QS. Al-Maidah: 89)
Rasulullah juga bersabda:
“Barangsiapa bersumpah, hendaklah ia bersumpah dengan nama Allah atau diam.” (HR. Bukhari & Muslim)
“Kenapa tidak boleh sering bersumpah?” tanya Kiai Asep.
Lalu dijelaskan oleh Kiai Asep sebagai berikut:
1. Dapat mengurangi kehormatan nama Allah – Nama Allah hanya boleh digunakan pada hal yang benar-benar penting.
2. Bisa terjerumus pada dusta – Kalau sumpahnya bohong, itu dosa besar (disebut sumpah palsu).
3. Membiasakan lisan – Kalau sering bersumpah untuk hal sepele, lama-lama orang tidak percaya lagi pada ucapan kita tanpa sumpah.
Sikap yang diajarkan Nabi, “Biasakan berkata jujur tanpa sumpah,” jelas Kiai Asep.
Kalau terpaksa bersumpah, pastikan benar dan hanya untuk perkara penting.
SUMPAH PALSU
Sumpah Palsu dalam Islam juga disebut Yamīn Ghamūs.
Definisi sumpah palsu yakni: Sumpah yang diucapkan dengan menyebut nama Allah, padahal orang yang bersumpah tahu bahwa ucapannya bohong.
Disebut ghamūs karena “menenggelamkan” pelakunya ke dalam dosa besar, bahkan ke neraka, jika tidak bertaubat.
Dalil tentang Beratnya Dosa Ini:
1. Rasulullah bersabda: “Sumpah palsu (yamin ghamus) termasuk dosa besar.”
(HR. Bukhari, Muslim)
2. Dalam hadis lain, Beliau menempatkannya sejajar dengan syirik dan durhaka kepada orang tua: “Sumpah palsu (yamin ghamus) termasuk dosa besar.” (HR. Bukhari, Muslim).
Akibat dan Hukumannya
Di dunia, dapat merusak nama baik, hilang kepercayaan orang, dan jika sumpah palsu digunakan untuk mengambil hak orang lain, itu zalim berat.
Di akhirat, tidak ada kaffarah (tebusan) khusus untuk yamin ghamus, kecuali taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh).
Cara Menghindarinya antara lain dengan;
1. Biasakan jujur meski tanpa sumpah.
2. Jangan menyebut nama Allah kecuali untuk urusan benar-benar penting.
3. Ingat bahwa setiap sumpah palsu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
(Moch Nuruddin)











