SURABAYA | DutaIndonesia.com – Santriwati Pondok Pesantren Amanatul Ummah memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh banyak pesantren lainnya. Salah satu keistimewaan tersebut adalah mendapatkan pengajaran langsung dari seorang guru besar atau profesor, doktor, serta para sarjana yang berkualitas.
Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Al-Azhar Mesir, Dr. Sjech Faroj’, saat memberikan ceramah kepada para santriwati Amanatul Ummah di Kampus Amanatul Ummah Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, Rabu (24/6/2026) pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Sjech Faroj’ didampingi langsung oleh Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim, M.A., pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, serta Dr. Syakur.
Sjech Faroj’ menjelaskan, salah satu faktor yang membuat para santri Amanatul Ummah istimewa adalah karena masih adanya seorang guru besar yang bersedia mengajar secara langsung dengan penuh kesabaran kepada para santri tingkat Tsanawiyah (SMP) maupun Aliyah (SMA).
“Hal itu tidak lain karena Kiai Asep sangat mencintai kalian semua. Beliau adalah sosok yang ikhlas dalam berjuang dan mendidik. Apa yang dilakukan semata-mata untuk mencari ridha dan pahala dari Allah SWT,” ujar Sjech Faroj’.
Ia juga berpesan agar para santri tidak hanya menghafal ilmu, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ilmu yang diamalkan akan menjadi sebab diangkatnya derajat seseorang oleh Allah SWT.
Sjech Faroj’ mengingatkan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, harta dan jabatan tidak akan ikut dibawa. Yang tetap mengalir manfaatnya hanyalah tiga perkara, yakni sedekah jariyah, anak saleh yang mendoakan orang tuanya, serta ilmu yang bermanfaat dan terus diamalkan oleh orang lain.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberkahan ilmu sangat bergantung pada adab dan sopan santun dalam menuntut ilmu. Karena itu, para santri diminta untuk senantiasa menghormati para ustadz, guru, dan kiai yang membimbing mereka.
Sifat Amanah
Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim, M.A. juga memberikan pesan kepada para santri agar selalu menjaga sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Kiai Asep, amanah harus dijaga dalam segala hal yang dipercayakan kepada seseorang, baik berupa ilmu, jabatan, maupun harta yang dikelolanya.
“Sifat amanah akan membawa seseorang kepada berbagai kebaikan, perlindungan Allah SWT, serta kepercayaan dari masyarakat,” pesannya.
Sebaliknya, sifat khianat akan menjerumuskan seseorang pada dosa, berbagai kesulitan hidup, serta membuatnya kehilangan kepercayaan dari orang lain.
Kiai Asep juga mengingatkan agar para santri tidak pernah berkhianat terhadap amanah yang diberikan. Adapun mengenai besarnya pahala dari setiap kebaikan dan amanah yang dijalankan, menurutnya hal tersebut sepenuhnya menjadi hak Allah Azza wa Jalla untuk menghitung dan membalasnya.
“Serahkan perhitungan pahala kepada Allah SWT, karena Allah Maha Adil dan Maha Teliti dalam memberikan balasan kepada setiap hamba-Nya,” pungkasnya. (Moch Nuruddin)












